RELUNG.ID – Akses transportasi yang menghubungkan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, dengan Kabupaten Kaur, Bengkulu, kembali normal setelah sempat terputus akibat tanah longsor.
Ruas jalan provinsi di Desa Muara Sindang Ilir, Kecamatan Sindang Danau, kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Jalur tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas warga serta distribusi logistik lintas wilayah.
Sebagai bentuk respons cepat, Bupati OKU Selatan Abusama, S.H., bersama Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana, S.H., S.I.K., M.I.K., meninjau langsung lokasi longsor pada Jumat sore (2/1/2026). Peninjauan turut dihadiri Wakapolres, pejabat utama Polres OKU Selatan, serta unsur OPD terkait.
Bupati Abusama menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memastikan penanganan longsor berjalan efektif dan tidak berlarut-larut.
“Keselamatan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas. Pemerintah harus hadir langsung di lapangan untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat,” ujarnya, Minggu (4/1/2026).
Ia menekankan, ruas jalan tersebut memiliki peran strategis bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat OKU Selatan.
“Jalur ini sangat vital. Aktivitas masyarakat, layanan publik, hingga distribusi barang bergantung pada kelancaran akses ini. Karena itu, penanganannya tidak boleh menunggu lama,” tegasnya.
Bupati juga mengapresiasi keterlibatan semua pihak sejak awal kejadian.
“Terima kasih kepada BPBD, Polri, TNI, OPD, dan masyarakat yang bergotong royong. Kolaborasi inilah yang membuat akses bisa segera dibuka kembali,” kata Abusama.
Sementara itu, Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana mengatakan, kepolisian turut mengamankan lokasi dan mengatur arus lalu lintas selama proses pembersihan material longsor.
“Kami menempatkan personel untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas agar masyarakat tetap aman saat melintas,” ujarnya.
Kapolres juga mengimbau pengguna jalan untuk tetap waspada, mengingat kondisi jalan masih licin dan cuaca berpotensi hujan.
“Kurangi kecepatan, patuhi rambu dan arahan petugas, serta utamakan keselamatan,” imbaunya.
Diketahui, longsor terjadi pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 13.45 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Material tanah menutup badan jalan yang menjadi satu-satunya akses dari Kecamatan Pulau Beringin menuju Sindang Danau, Sungai Are, hingga jalur tembus Muara Saung, Bengkulu. Arus kendaraan sempat terhenti lebih dari 24 jam.
BPBD OKU Selatan bersama instansi teknis segera menurunkan alat berat. Pembersihan dilakukan bertahap hingga jalur dinyatakan kembali open traffic pada Jumat sore.
Meski demikian, perapian dan penguatan badan jalan masih terus dilakukan. Pekerjaan sempat dihentikan sementara akibat cuaca buruk dan dilanjutkan kembali pada Sabtu pagi (3/1/2026). (KPB)

