RELUNG.ID – Bentrok antar ormas yakni Harimau Sumatera Bersatu dengan Permaskot di depan PS Mall Palembang tak hanya menyebabkan satu korban.
Polisi menyebut jika bentrokan berdarah antar ormas tersebut menyebabkan tiga orang menjadi korban.
Ketiganya yakni Billy dari ormas Permaskot, Firman warga sekitaran lokasi yang menjadi salah sasaran dan Rafiq yang masih dalam penyelidikan.
“Dari hasil pendataan peristiwa kemarin ada tiga korban satu dirawat di RS AK Gani bernama Billy Putra dari ormas Permaskot, satu dirawat di RS Siti Khadijah bernama Rafiq masih dalam penyelidikan dan satunya luka ringan atas nama Firman warga yang menjadi korban penyerangan,” kata Kapolsek Ilir Barat (IB) I Palembang, Kompol Rifan Wijaya kepada wartawan Rabu (7/1/2025).
Dia menyebutkan, dari kejadian ini polisi menerima dua laporan polisi satu dari ormas Permaskot dan satu dari warga yang menjadi sasaran penyerangan.
Satu laporan dibuat di Polrestabes Palembang oleh orang tua korban M Billy Putra Pratama dari ormas Permaskot yang menderita luka parah akibat bacokan.
Laporan satunya dibuat di Polsek Ilir Barat 1 atas nama Firman warga yang menjadi sasaran penyerangan.
“Kami masih melakukan penyelidikan, termasuk motifnya karena sejauh ini belum ada satupun saksi yang diperiksa,” ujarnya.
Meski demikian, dia mengakui bentrokan ini disinyalir dikarenakan lahan parkir, karena memang kejadian terjadi disekitaran lahan parkir di luar PS Mall yang diduga dikuasai ormas Permaskot.
Hingga akhirnya terjadi kejar-kejaran hingga ke Jalan Angkatan 45 tepatnya di depan PS Mall Palembang.
“Diduga yang melakukan penyerangan dari Ormas Harimau Sumatera bersatu namun kami masih melakukan penyelidikan. Untuk laporan korban atas nama Billy penanganannya diambil alih oleh Polrestabes Palembang,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, dua kelompok pria saling serang di Jalan Angkatan 45, tepatnya di depan PS Mall, Kecamatan Ilir Barat I Palembang pada Selasa (6/1/2026) siang sekitar pukul 14.00 WIB.
Dari video yang viral di media sosial terlihat dua kelompok yang terlibat saling serang tersebut jumlahnya lebih dari 10 orang melengkapi diri dengan senjata tajam jenis pedang.
Bahkan ada satu dari kelompok tersebut terlihat berlari dan terjatuh lalu dihujani dengan bacokan. Setelah mengeroyok korban, pelaku menjauh sedangkan korban masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya. Semua pelaku yang terlibat menggunakan jaket dan masker yang memegang senjata tajam. (FZP)

