RELUNG.ID- Sejumlah warga Desa Tobai Tengah, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, memperbaiki jalan desa secara swadaya setelah bertahun-tahun rusak parah tanpa perbaikan.
Uniknya, perbaikan jalan tersebut didukung donasi digital yang dihimpun melalui media sosial TikTok.
Warga membuka penggalangan dana berbentuk gift dari pengguna TikTok melalui akun @swadaya93. Langkah ini muncul sebagai respons atas kondisi jalan desa yang kerap membahayakan keselamatan, terutama saat musim hujan.
Jalan berlumpur, licin, dan dipenuhi lubang selama ini menjadi akses utama warga untuk bekerja, ke sawah, hingga mengangkut hasil pertanian ke pasar. Kerusakan jalan tak hanya meningkatkan risiko kecelakaan, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian warga.
Salah satu penggagas aksi swadaya, Hasan Ali Tamam, mengatakan keresahan warga mendorong munculnya ide penggalangan dana berbasis digital.
“Alhamdulillah, berkat gift dari TikTok kami berhasil mengumpulkan sekitar Rp125 juta,” ujar Hasan, Rabu (7/1/2026).
Dana tersebut digunakan untuk membeli material perbaikan jalan. Warga dari berbagai kalangan, termasuk ibu-ibu, turun langsung bergotong royong memperbaiki jalan di tiga titik dengan total panjang sekitar 800 meter.
“Sekitar 70 persen dana berasal dari gift TikTok, sisanya dari sumbangan warga dan tokoh masyarakat,” katanya.
Hasan berharap aksi swadaya ini menjadi perhatian pemerintah agar segera melakukan perbaikan permanen.
“Semoga pemerintah bisa turun tangan. Jalan ini akses penting warga untuk bekerja, ke sawah, dan ke pasar,” ujarnya.
Penjabat Kepala Desa Tobai Tengah, Muhammad Ruji, membenarkan jalan yang diperbaiki merupakan jalan desa. Namun, ia mengakui keterbatasan anggaran membuat pemerintah desa belum mampu melakukan perbaikan maksimal.
“Saya berterima kasih kepada masyarakat yang sudah memperbaiki jalan secara swadaya. Jujur, kami sangat menyayangkan karena keterbatasan anggaran membuat kami belum bisa berbuat banyak,” kata Ruji.
Aksi warga Tobai Tengah menjadi potret solidaritas digital di tengah keterbatasan infrastruktur desa, sekaligus cerminan persoalan klasik pembangunan jalan di daerah.[YKP]

