Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Ekspor Madu Muara Enim ke Singapura Melonjak, Tembus 1,5 Ton

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»DPRD Palembang Soroti Wacana Perubahan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Dorong Kebangkitan Sastra di Sekolah
Politik

DPRD Palembang Soroti Wacana Perubahan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Dorong Kebangkitan Sastra di Sekolah

ADMINBy ADMIN11/01/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Anggota DPRD Kota Palembang, Mgs Syaiful Padli. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Wacana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengganti nama mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi Bahasa dan Sastra Indonesia mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Palembang. Komisi IV DPRD Palembang menilai kebijakan tersebut bukan sekadar perubahan istilah, melainkan berpotensi menjadi arah baru pendidikan literasi di sekolah.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Palembang, Mgs. Syaiful Padli, menegaskan perubahan nomenklatur tersebut harus dimaknai sebagai upaya menguatkan peran sastra dalam dunia pendidikan.

“Ini bukan sekadar ganti nama. Ini langkah strategis yang bisa menjadi titik balik kebangkitan sastra di sekolah,” ujar Syaiful, Minggu (11/1/2025).

Menurutnya, pembelajaran Bahasa Indonesia selama ini masih didominasi aspek teknis kebahasaan, seperti tata bahasa dan struktur kalimat. Sementara itu, sastra kerap ditempatkan sebagai pelengkap.

“Padahal sastra punya peran penting membentuk kepekaan rasa, imajinasi, empati, dan karakter siswa,” tegasnya.

Syaiful menilai penguatan sastra dalam kurikulum akan mendorong kreativitas dan meningkatkan literasi kritis peserta didik. Sastra dinilai mampu melatih kemampuan berpikir reflektif serta membangun kepekaan sosial di tengah derasnya arus informasi.

Ia juga menyebut wacana ini membuka peluang kebangkitan ekosistem sastra di sekolah. Berbagai aktivitas seperti baca puisi, pementasan teater, resensi buku, hingga penulisan kreatif harus kembali diberi ruang dalam proses belajar mengajar.

Namun, Syaiful mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak dijalankan setengah-setengah. Menurutnya, perubahan nama mata pelajaran wajib diikuti kesiapan yang matang.

“Harus ada pembaruan kurikulum yang jelas, pelatihan guru yang berkelanjutan, serta ketersediaan buku dan bahan ajar sastra yang relevan. Tanpa itu, kebijakan ini berisiko berhenti di simbol,” ujarnya.

Syaiful juga menekankan pentingnya muatan kearifan lokal dalam pembelajaran. Ia menilai sastra daerah, seperti pantun dan gurindam, mulai terpinggirkan.

“Palembang punya kekayaan sastra lokal yang luar biasa, termasuk bahasa daerah Palembang. Ini momentum mengembalikan marwah sastra daerah ke ruang kelas,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada dukungan konkret pemerintah, mulai dari infrastruktur pendidikan, kesiapan sumber daya manusia, hingga bentuk apresiasi terhadap guru.

Sementara itu, guru Bahasa Indonesia di Palembang, Rinata Putri, menyambut positif wacana tersebut. Ia menilai perubahan ini dapat menjadi napas baru bagi pembelajaran sastra di sekolah.

“Selama ini sastra seperti berjalan di lorong sempit. Siswa lebih banyak dijejali aturan bahasa, sementara ruang berimajinasi semakin terbatas,” ujarnya.

Menurut Rinata, jika diterapkan secara serius, sastra bisa kembali menjadi pilar pembentuk karakter siswa. Melalui cerpen, puisi, dan novel, peserta didik belajar memahami kehidupan dari berbagai sudut pandang.

“Sastra menumbuhkan empati dan kepekaan emosi. Itu bagian penting dari pendidikan yang tidak tergantikan,” katanya.

Ia berharap kebijakan ini juga memicu inovasi pembelajaran, seperti teater mini, klub baca, mendongeng, dan proyek penulisan kreatif.

“Jika dipersiapkan dengan matang, sekolah akan melahirkan generasi yang bukan hanya cakap berbahasa, tapi juga kuat secara imajinasi dan karakter. Sastra bukan pelengkap, melainkan fondasi pembentukan manusia,” pungkasnya. (DSK)

Bahasa Indonesia DPRD Palembang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePelayaran Spiritualitas Haul Akbar Kiai Marogan ke-125, Gubernur Sumsel dan Wali Kota Palembang Ikut Napak Tilas di Sungai Musi
Next Article Jalan Penghubung Antar Kecamatan di Banyuasin Rusak Parah, Warga Perbatasan Palembang Terisolasi Saat Hujan
ADMIN

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,939 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,809 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,782 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?