RELUNG.ID – Kondisi infrastruktur jalan pedesaan penghubung antar kecamatan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), kian memprihatinkan.
Curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir memperparah kerusakan jalan, menjadikannya berlumpur, licin, dan rawan kecelakaan.
Ironisnya, lokasi jalan tersebut berada tepat di wilayah perbatasan langsung dengan Kota Palembang.
Akses jalan di Dusun III RT 10, Desa Talang Buluh, Kecamatan Talang Kelapa, rusak parah dan sulit dilalui.
Jalan yang menjadi penghubung antar kecamatan sekaligus jalur menuju kawasan perkotaan ini masih berupa tanah merah.
Saat hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang nyaris tak bisa dilewati.
Fatma, warga RT 10 Desa Talang Buluh, mengatakan pada musim hujan ruas jalan yang menghubungkan Desa Talang Buluh, Kecamatan Talang Kelapa, dengan Desa Semuntul, Kecamatan Rantau Bayur, sepanjang sekitar 13 kilometer, tergenang air bercampur lumpur.
“Warga harus ekstra hati-hati. Jalan licin, motor sering tergelincir dan jatuh. Kalau hujan, ada ruas yang sama sekali tidak bisa dilewati, apalagi malam hari,” ujar Fatma, Minggu (11/1/2026).
Ia menambahkan, kerusakan jalan semakin parah karena kerap dilalui kendaraan besar pengangkut galian tanah. Kondisi tersebut mempercepat rusaknya badan jalan yang sejak awal belum berlapis aspal atau beton.
Keluhan serupa disampaikan Radimin, warga setempat. Ia menegaskan jalan tersebut merupakan satu-satunya akses vital masyarakat untuk menuju pasar, sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat Kota Palembang.
“Kami sangat bergantung pada jalan ini. Sudah bertahun-tahun kondisinya rusak, tapi belum ada perbaikan serius dari pemerintah,” katanya.
Selain rusak, kondisi jalan juga diperparah minimnya fasilitas pendukung. Hingga kini, kawasan pemukiman sekitar belum dilengkapi jaringan listrik dan penerangan jalan. Akibatnya, ruas jalan gelap gulita saat malam hari dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Sebelumnya, kondisi jalan di RT 10 Desa Talang Buluh sempat viral di media sosial TikTok. Video yang diunggah warga memperlihatkan pengendara roda dua dan roda empat kesulitan melintasi jalan berlumpur yang disebut telah rusak selama bertahun-tahun tanpa penanganan. (DSK)

