RELUNG.ID – Di tengah tren elektrifikasi dan pembatasan emisi global, mesin V12 naturally aspirated masih menemukan tempatnya melalui sebuah hypercar ekstrem yang tidak akan pernah melaju di jalan raya.
Apollo Evo, mobil khusus lintasan buatan pabrikan Jerman, akhirnya resmi memasuki tahap produksi setelah lebih dari tiga tahun diperkenalkan sebagai prototipe.
Apollo Evo merupakan penerus Apollo Intensa Emozione (IE) dan hanya akan diproduksi secara sangat terbatas, yakni 10 unit di seluruh dunia.
Mobil pertama saat ini telah memasuki tahap perakitan, dengan pengiriman kepada konsumen dijadwalkan mulai paruh pertama tahun ini.
Dirancang tanpa harus memenuhi regulasi keselamatan kendaraan jalan raya, Apollo memiliki kebebasan penuh untuk menghadirkan desain dan performa ekstrem.
Evo dibangun di atas monokok serat karbon dengan bobot hanya 165 kilogram, atau sekitar 10 persen lebih ringan dibandingkan IE, sekaligus meningkatkan kekakuan struktur hingga 15 persen.
Dari sisi desain, Apollo Evo tampil agresif dengan lampu LED tajam di bagian depan dan belakang, lubang udara besar di atap, diffuser belakang berukuran besar, serta sayap aktif yang dapat dilipat.
Perangkat aerodinamika tersebut diklaim mampu menghasilkan gaya tekan ke bawah hingga 1.300 kilogram pada kecepatan 320 km/jam.
Bagian interior mengusung konsep minimalis ekstrem. Hampir seluruh elemen non-esensial dihilangkan demi menampilkan struktur mekanis secara terbuka.
Apollo bahkan menjadikan dasbor sebagai elemen struktural, sementara tata letak kontrol dirancang sepenuhnya berorientasi pada fungsi dan kebutuhan pengemudi di lintasan.
Sektor dapur pacu menjadi daya tarik utama Evo. Hypercar ini mengandalkan mesin V12 6,3 liter naturally aspirated yang mampu berputar hingga 8.500 rpm, menghasilkan tenaga 800 hp dan torsi 765 Nm.
Mesin tersebut merupakan turunan Ferrari, serupa dengan yang digunakan pada Ferrari F12 Berlinetta.
Tenaga disalurkan ke roda belakang melalui transmisi sequential enam percepatan. Untuk menunjang performa, Evo menggunakan velg berukuran 20 inci di depan dan 21 inci di belakang, dibalut ban Michelin Pilot Sport Cup 2 R.
Dengan bobot total hanya 1.300 kilogram, Apollo Evo mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam 2,7 detik dan mencapai kecepatan maksimum 335 km/jam.
Setiap unit Apollo Evo akan dibuat secara unik dan personal, sesuai permintaan pemilik, mulai dari pemilihan material hingga detail finishing. Hypercar eksklusif ini dibanderol dengan harga mulai €3 juta sebelum pajak lokal. (LWM)

