RELUNG.ID – Samsung Electronics mencatatkan kinerja keuangan terbaik sepanjang sejarah pada kuartal keempat 2025.
Perusahaan asal Korea Selatan itu membukukan laba operasi sebesar KRW 20,1 triliun dan pendapatan kuartalan sebesar KRW 93,8 triliun, keduanya menjadi rekor tertinggi sejak Samsung berdiri.
Secara tahunan, Samsung melaporkan pendapatan sebesar KRW 333,6 triliun dengan laba operasi mencapai KRW 43,6 triliun sepanjang tahun 2025.
Divisi Device Solutions (DS) menjadi kontributor terbesar, mencatatkan kenaikan penjualan 33 persen dibanding kuartal sebelumnya, terutama dari bisnis memori.
Divisi ini membukukan pendapatan KRW 44,0 triliun dan laba operasi KRW 16,4 triliun, tertinggi sepanjang sejarah.
Kinerja tersebut ditopang oleh lonjakan permintaan DRAM konvensional, pertumbuhan penjualan HBM (High Bandwidth Memory), serta meningkatnya profitabilitas produk seperti DDR5 server dan SSD enterprise.
Memasuki kuartal pertama 2026, Samsung akan memanfaatkan pertumbuhan industri kecerdasan buatan (AI) dengan mulai memasarkan HBM4 berkecepatan hingga 11,7 Gbps, serta memperluas lini DDR5, SOCAMM2, dan GDDR7 untuk kebutuhan server AI. Penjualan NAND juga diperkirakan meningkat.
Divisi Mobile Experience (MX) dan Network Business membukukan pendapatan konsolidasi KRW 29,3 triliun dengan laba operasi KRW 1,9 triliun pada kuartal keempat.
Sepanjang 2025, bisnis MX mencatatkan laba tahunan dua digit, didorong oleh penjualan perangkat unggulan serta permintaan stabil untuk tablet dan perangkat wearable.
Namun, penjualan smartphone menurun pada kuartal IV karena faktor musiman dan siklus peluncuran produk.
Pada 2026, Samsung akan mengandalkan peluncuran Galaxy S26 serta inovasi perangkat berbasis AI dengan desain lebih tipis dan ringan.
Keuntungan System LSI menurun pada kuartal IV akibat lemahnya permintaan musiman. Meski demikian, penjualan sensor kamera 200MP dan 50MP mendorong pertumbuhan pendapatan.
Samsung memperkirakan kinerja LSI akan membaik pada awal 2026 seiring meningkatnya permintaan sensor resolusi tinggi.
Di sisi lain, bisnis foundry menikmati permintaan yang kuat dan telah memulai produksi massal chip 2nm generasi pertama.
Samsung juga berencana memproduksi chip 2nm generasi kedua tahun ini serta menawarkan node 4nm yang dioptimalkan untuk performa dan efisiensi daya.
Samsung Display Corporation (SDC) melaporkan pendapatan KRW 9,5 triliun dan laba operasi KRW 2,0 triliun pada kuartal IV.
Permintaan layar smartphone, IT, dan otomotif meningkat, meskipun perusahaan memperkirakan pasar layar smartphone akan melemah pada kuartal pertama 2026.
Divisi Visual Display (VD) dan Digital Appliances (DA) mencatatkan pendapatan KRW 14,8 triliun dengan laba operasi KRW 0,6 triliun, didorong oleh penjualan TV dan monitor Neo QLED serta OLED.
Sementara itu, anak usaha Harman membukukan pendapatan KRW 4,6 triliun dan laba operasi KRW 0,3 triliun, berkat kuatnya penjualan produk otomotif dan earbud TWS selama musim liburan.
Pada 2026, Harman akan fokus pada pengembangan kokpit digital dan produk audio otomotif. (LWM)

