RELUNG.ID – Apple Inc. melaporkan pendapatan sebesar USD 94 miliar untuk kuartal kedua tahun fiskal 2025, yang mencakup periode April hingga Juni.
Angka ini mencerminkan pertumbuhan 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong oleh kinerja kuat di segmen iPhone, Mac, dan Layanan.
Perusahaan teknologi raksasa asal Cupertino ini mencetak rekor pendapatan untuk penjualan iPhone, yang mencapai USD 44,58 miliar, naik signifikan dari USD 39,29 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu.
Pencapaian ini turut didukung oleh pengiriman iPhone yang lebih tinggi dari perkiraan di pasar Tiongkok. Apple juga mengumumkan bahwa mereka telah mengirimkan iPhone ke-3 miliarnya selama kuartal ini.
Selain iPhone, lini produk Mac juga menunjukkan pertumbuhan yang solid dengan pendapatan lebih dari USD 8 miliar menandai peningkatan dua digit dibanding tahun sebelumnya.
Sektor layanan, yang mencakup App Store, Apple Music, iCloud, dan berbagai langganan digital lainnya, menyumbang pendapatan sebesar USD 27,42 miliar.
Ini merupakan rekor tertinggi untuk divisi tersebut, menggarisbawahi peran strategis layanan dalam diversifikasi pendapatan Apple.
Namun demikian, tidak semua lini produk mengalami pertumbuhan. Penjualan iPad turun 6,5 persen, sementara kategori perangkat wearable termasuk Apple Watch dan AirPods mengalami penurunan sebesar 8,5 persen.
Meski kinerja kuartal ini positif, Apple menghadapi tantangan eksternal yang signifikan dalam beberapa bulan ke depan.
CEO Apple, Tim Cook, mengungkapkan bahwa tarif impor yang diberlakukan telah menyebabkan kerugian sebesar USD 800 juta selama kuartal ini, dan diperkirakan bisa meningkat menjadi USD 1,1 miliar pada kuartal berikutnya.
“Kami terus mengadvokasi kebijakan perdagangan yang adil dan berkelanjutan,” ujar Cook, seraya menekankan bahwa Apple akan menyesuaikan strategi rantai pasokan globalnya untuk meredam dampak tarif di masa depan.
Meski tekanan eksternal masih membayangi, laporan keuangan kuartal ini menunjukkan bahwa Apple tetap menjadi pemain dominan di industri teknologi global, dengan portofolio produk dan layanan yang terus berkembang. (LWM)

