RELUNG.ID- Kondisi jalan desa yang rusak belasan tahun akhirnya mendapat perhatian serius dari seorang pengusaha asal Magetan. Agus Dwi Wibowo, pengusaha kasur busa asal Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, secara sukarela membangun jalan desa sepanjang 350 meter menggunakan dana pribadinya.
Aksi Agus memperbaiki jalan desa tersebut menjadi perbincangan hangat dan viral di media sosial sejak Senin (2/2/2026).
Meski demikian, Agus menegaskan langkah yang ia ambil bukan untuk mencari popularitas, melainkan didorong rasa syukur dan kecintaan terhadap desa tempat ia tumbuh dan dibesarkan.
“Ini bukan untuk mencari viral atau tujuan lain. Saya tumbuh dan berkembang di Desa Mategal. Di sinilah saya belajar arti kebersamaan,” ujar Agus, Senin (2/2/2026).
Agus mengaku kondisi jalan yang memprihatinkan selama bertahun-tahun membuat hatinya tergerak untuk turun tangan. Ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga sekitar.
“Saat melihat kondisi jalan yang menurut saya dan masyarakat sudah tidak layak, hati saya tergerak untuk menyisihkan sebagian dari usaha saya,” tambahnya.
Jalan yang dibangun memiliki panjang sekitar 350 meter dengan lebar 4 meter. Agus berharap pembangunan tersebut dapat menunjang aktivitas warga, khususnya dalam menggerakkan roda ekonomi dan mendukung akses pendidikan di Desa Mategal.
“Petani akan lebih mudah mengangkut hasil pertanian, anak-anak sekolah lebih nyaman dan risiko kecelakaan bisa berkurang,” jelasnya.
Meski jalan desa telah rusak sekitar 15 tahun, Agus mengaku tidak menyalahkan pemerintah. Menurutnya, proses birokrasi dan regulasi kerap membutuhkan waktu panjang, sementara kebutuhan masyarakat akan infrastruktur yang layak sudah sangat mendesak.
“Pemerintah hadir, tetapi regulasi dan sistemnya memang cukup lama. Saya sebagai anak desa berusaha memberi solusi. Ini bentuk sinergi antara pemerintah dan warga,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua RT 12 Desa Mategal, Katimin, menyampaikan rasa lega atas pembangunan jalan tersebut. Ia menyebut, selama sekitar 15 tahun jalan desa tidak pernah tersentuh anggaran perbaikan.
“Sudah sekitar 15 tahun. Tidak ada anggaran sama sekali dari desa,” kata Katimin.
Katimin berharap aksi Agus dapat menginspirasi pengusaha lain di Desa Mategal untuk turut berkontribusi dalam memajukan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.[YKP]

