Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Hanya Setor Retribusi Rp60 Juta Pertahun, DPRD Sumsel Desak Tinjau Ulang Kontrak Aset RS Siloam
Regional

Hanya Setor Retribusi Rp60 Juta Pertahun, DPRD Sumsel Desak Tinjau Ulang Kontrak Aset RS Siloam

alwiBy alwi04/02/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Juru Bicara Pansus I, M. F. Ridho. (Relung/DSK)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – DPRD Provinsi Sumatera Selatan melalui Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Daerah menyoroti kecilnya kontribusi Rumah Sakit (RS) Siloam Palembang dalam pemanfaatan aset milik pemerintah daerah.

Melalui skema Bangun Guna Serah (BGS), rumah sakit swasta tersebut tercatat hanya menyetor retribusi sekitar Rp60 juta per tahun.

Baca juga :   Bupati OKU Tinjau Kesiapan Puskesmas Gunung Meraksa Menuju Layanan Rawat Inap

Ketua Pansus, M Nasir, mengatakan angka tersebut jauh dari sebanding dengan nilai strategis aset daerah yang dimanfaatkan serta besarnya aktivitas ekonomi RS Siloam di Kota Palembang.

“Kontribusinya sangat kecil. Kalau tidak salah, hanya sekitar Rp60 juta per tahun. Ini tentu menjadi perhatian serius karena aset yang digunakan berada di lokasi strategis,” ujar Nasir, Senin (2/2/2026).

Menurut Nasir, temuan itu muncul dalam rapat evaluasi Pansus bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel.

Baca juga :   Komisi V DPRD Sumsel Soroti Krisis Transportasi Mahasiswa Unsri


Fokus pembahasan adalah tahap pemanfaatan barang milik daerah, yang selama ini dinilai belum memberi dampak maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia menjelaskan bahwa banyak kerja sama pemanfaatan aset daerah yang dibuat lebih dari satu dekade lalu dan kini sudah tidak relevan dengan nilai ekonomi saat ini.

“Sebagian kontrak sudah berjalan 13 sampai 15 tahun. Nilainya jelas tidak lagi sesuai dengan kondisi sekarang,” katanya.

Baca juga :   Berstatus Terancam Punah, Kasus Kematian Tapir di Lampung Bikin Indonesia Rugi Besar

Senada dengan itu, Wakil Ketua Pansus, MF Ridho, menilai bahwa kontribusi RS Siloam sangat tidak sebanding dengan skala pelayanan dan nilai usaha yang dijalankan.

“Kita tahu rumah sakit ini melayani pasien dalam jumlah besar dan memiliki aktivitas ekonomi tinggi. Maka kontribusinya seharusnya lebih layak,” tegas politisi Partai Demokrat tersebut.

Pansus pun meminta manajemen RS Siloam memberikan penjelasan terkait dasar penetapan nilai retribusi tersebut.

Baca juga :   DBD Mengganas di Palembang, 540 Kasus Tercatat dalam Enam Bulan

Selain itu, DPRD Sumsel akan mengusulkan kepada Gubernur Sumatera Selatan agar seluruh kerja sama pemanfaatan aset daerah ditinjau ulang.

Peninjauan ini, menurut Ridho, bukan untuk memutus kontrak, melainkan menyesuaikan besaran kontribusi agar lebih adil dan mencerminkan nilai keekonomian aset.

“Logikanya sederhana, sewa rumah saja bisa naik setiap tahun. Apalagi ini aset pemerintah provinsi, berada di kawasan kelas satu,” ujarnya.

Baca juga :   Diseret Arus Sungai Ogan, Pemuda di Ogan Ilir Hilang Tenggelam, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

DPRD Sumsel menilai optimalisasi pemanfaatan aset daerah merupakan potensi besar untuk meningkatkan PAD. Karena itu, evaluasi bertahap terhadap seluruh kerja sama pemanfaatan aset akan terus dilakukan.

“Tidak mungkin aset strategis hanya memberi kontribusi Rp60 juta per tahun. Ini jelas jauh dari pantas,” pungkasnya. (YSF)

DPRD Sumsel Kontrak Aset Retribusi daerah RS Siloam
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleJalan Rusak Belasan Tahun, Pengusaha Asal Magetan Turun Tangan
Next Article Pandji Pragiwaksono Temui MUI, Klarifikasi Polemik Mens Rea
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,899 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,771 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,744 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?