RELUNG.ID — Denyut pasar tradisional di Sumatera Selatan (Sumsel) berubah seiring semakin dekatnya bulan suci Ramadan. Sejumlah komoditas pangan perlahan merangkak naik, memicu kekhawatiran masyarakat sekaligus kewaspadaan pemerintah daerah.
Kenaikan paling terasa terjadi pada komoditas cabai. Lilis (48), pedagang sayur di Pasar Padang Selasa, mengungkapkan harga cabai merah keriting yang sebelumnya sempat turun kini kembali melonjak hingga Rp40.000 per kilogram. Sementara cabai rawit atau cabai burung bahkan menyentuh Rp68.000 per kilogram.
“Seminggu lalu cabai sempat turun sampai Rp25.000 per kilo. Sekarang sudah naik lagi, dan biasanya akan terus naik sampai mendekati Lebaran,” ujarnya.
Gejala serupa juga mulai terlihat pada bahan pokok lain. Emil (60), pedagang sembako di Pasar Ogan, menyebut komoditas seperti minyak goreng, gula, mentega, dan gula merah hampir selalu mengalami kenaikan menjelang Ramadan akibat lonjakan permintaan.
“Biasanya naiknya tidak terlalu besar, sekitar seribu sampai dua ribu rupiah per kilo. Tapi menjelang hari besar, harga jarang turun karena permintaan tinggi dan stok menipis,” katanya.
Sementara itu, harga daging ayam saat ini berada di kisaran Rp35.000 per kilogram. Menurut Ema (59), pedagang ayam, harga tersebut berpotensi melonjak hingga Rp45.000 per kilogram ketika Ramadan dimulai, sebelum kembali turun di pertengahan bulan dan naik lagi menjelang Lebaran.
Menanggapi dinamika harga tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Selatan, Ruzuan Effendi, memastikan ketersediaan stok pangan secara umum masih dalam kondisi aman. Ia menilai kenaikan harga lebih banyak dipicu faktor cuaca serta hambatan distribusi.
“Kalau dari produsen maupun pemerintah tidak ada kenaikan, masih stabil. Biasanya dipengaruhi transportasi dan curah hujan,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah juga mewaspadai kemungkinan adanya pedagang yang sengaja memanfaatkan momentum Ramadan untuk menaikkan harga. Jika ditemukan praktik penahanan stok, pihaknya memastikan akan segera melakukan inspeksi mendadak.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah berencana menggelar gerakan pasar murah pada awal hingga pertengahan Ramadan guna menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.[THQ]

