RELUNG.ID — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) di bawah kepemimpinan Gubernur Herman Deru dan Wakil Gubernur Cik Ujang (HDCU) berhasil mencetak rekor membanggakan. Untuk pertama kalinya sejak tahun 2014, angka kemiskinan di Bumi Sriwijaya resmi menyentuh level satu digit, yakni 9,85 persen pada periode September 2025.
Capaian monumental ini diumumkan langsung oleh Kepala BPS Sumsel, Moh. Wahyu Yulianto, dalam Rapat Koordinasi Sinergi Program Pengentasan Kemiskinan se-Provinsi Sumsel di Griya Agung, Kamis (5/2/2026). Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 0,30 persen poin dari Maret 2025 yang masih bertengger di angka 10,15 persen.
Tak hanya soal angka kemiskinan, performa ekonomi Sumsel tahun 2025 juga tercatat moncer. Pertumbuhan ekonomi Sumsel melesat hingga 5,35 persen, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,11 persen. Hal ini mengukuhkan Sumsel sebagai kontributor ekonomi terbesar ketiga di Pulau Sumatera.
Gubernur Herman Deru menyatakan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari strategi pembangunan yang inklusif.
“Kita tidak hanya bergantung pada satu sektor. Pertumbuhan kita merata, mulai dari pertambangan hingga industri pengolahan. Yang paling membanggakan, sektor pertanian mampu menyerap 44 persen tenaga kerja kita,” ujar Herman Deru penuh optimisme.
Kunci utama keberhasilan HDCU dalam menekan kemiskinan terletak pada dua pilar: meningkatkan pendapatan warga dan menekan biaya pengeluaran rumah tangga. Program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) menjadi senjata ampuh yang merubah pola pikir masyarakat dari pembeli menjadi penghasil pangan sendiri.
Dampaknya terasa nyata pada sektor ketenagakerjaan, di mana Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sumsel berhasil ditekan hingga ke angka 3,59 persen.
“Data adalah fondasi. Penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 21,4 ribu jiwa dalam enam bulan terakhir membuktikan bahwa kebijakan kita tepat sasaran,” tambah Deru.[THQ]

