RELUNG.ID – Qualcomm mencatat kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi analis pada kuartal fiskal pertama 2025.
Namun, perusahaan memperkirakan hasil pada kuartal berikutnya akan lebih rendah dari perkiraan pasar, seiring dampak kekurangan chip memori yang mulai memengaruhi industri smartphone.
CEO Qualcomm Cristiano Amon mengatakan bahwa ketersediaan memori kini menjadi faktor penentu utama pasar ponsel global.
“Kami mulai melihat bahwa memori akan menentukan ukuran pasar mobile,” ujar Amon.
Meskipun Qualcomm tidak memproduksi chip memori, keterbatasan pasokan yang dialami mitranya diperkirakan akan berdampak pada penjualan perangkat berbasis Snapdragon dalam beberapa bulan ke depan.
Untuk kuartal fiskal pertama, Qualcomm membukukan pendapatan sebesar US$12,25 miliar dengan laba per saham (EPS) disesuaikan US$3,50. Angka ini melampaui estimasi analis Bursa Efek London yang memproyeksikan pendapatan US$12,21 miliar dan EPS US$3,41.
Laba bersih perusahaan tercatat US$3 miliar atau US$2,78 per saham, sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$3,18 miliar atau US$2,83 per saham.
Divisi terbesar Qualcomm, yakni chip smartphone, mencatat pendapatan US$7,82 miliar, naik 3% dibandingkan kuartal sebelumnya. Pendapatan dari lisensi kekayaan intelektual (termasuk paten 5G) mencapai US$1,59 miliar.
Sementara itu, Divisi Internet of Things (IoT) tumbuh 9% menjadi US$1,69 miliar, didorong oleh permintaan perangkat pintar dan industri. Serta, Divisi otomotif mencatat pertumbuhan tercepat, naik 15% menjadi US$1,1 miliar.
Meski kinerja kuartal I solid, Qualcomm memperkirakan pendapatan kuartal kedua hanya berada di kisaran US$10,2–11 miliar, dengan EPS US$2,45–2,65.
Angka ini berada di bawah ekspektasi analis yang memperkirakan pendapatan US$11,11 miliar dan EPS US$2,89.
Perusahaan menyebut keputusan produsen ponsel dalam membeli komponen akan sangat dipengaruhi oleh kenaikan biaya memori.
Segmen ponsel premium dinilai lebih mampu menanggung biaya tersebut karena memiliki margin lebih besar.
Pada kuartal ini, Qualcomm juga melanjutkan program pembelian kembali saham, dengan membeli 15 juta saham senilai US$2,6 miliar. Selain itu, perusahaan membagikan dividen sebesar US$949 juta atau US$0,89 per saham. (LWM)

