RELUNG.ID – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Yassierli mengaku belum menerima laporan detail terkait insiden kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja tambang PT Pamapersada Nusantara (PAMA).
Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli usai melakukan kunjungan kerja sekaligus memberikan kuliah umum tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Gedung Serba Guna (GSG) Tanah Putih, Senin (9/2/2026).
Kuliah umum tersebut mengusung tema “Meningkatkan Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Pendekatan People-Centric Safety” dan dirangkaikan dengan peninjauan operasional PT Bukit Asam.
Dalam kesempatan itu, Yassierli menegaskan bahwa persoalan K3 masih menjadi pekerjaan rumah besar di sektor ketenagakerjaan nasional, khususnya di sektor industri berisiko tinggi seperti pertambangan.
“Kita punya pekerjaan rumah yang banyak terkait K3. Tadi saya sampaikan beberapa hal terkait tantangan yang kita hadapi,” ujar Yassierli.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan perlindungan ketenagakerjaan.
Namun, saat ditanya mengenai insiden fatality yang melibatkan dua unit truk Haul Dump (HD) milik PT Pamapersada Nusantara di area Site Bangko Tengah, Menaker menyatakan belum memperoleh laporan lengkap.
“Saya belum dengar detailnya. Nanti kita cek kejadiannya seperti apa,” tegasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kecelakaan kerja tersebut terjadi di area Bangko Tengah Pit SJS, areal pertambangan PT Bukit Asam. Insiden diduga melibatkan dua unit truk HD milik PT Pamapersada Nusantara, yakni HD 5195 dan HD 5211.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB pada Sabtu, 31 Januari 2026. Korban diketahui merupakan operator unit HD 5211 berinisial WN.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat unit HD 5195 yang dikemudikan PE bergerak dari sisi kiri HD 5211. Pada saat bersamaan, HD 5195 mengalami slip dan menabrak unit HD 5211.
Saat insiden terjadi, korban diketahui masih berada di luar kabin kendaraan. Akibat benturan tersebut, korban mengalami luka serius dan sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia pada Minggu, 1 Februari 2026. (NVS)

