RELUNG.ID – Ruas Tol Palembang–Betung ditargetkan mulai difungsikan secara terbatas H-10 Idul Fitri 2026.
Kehadiran jalan tol ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, mengurai kemacetan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah Palembang bagian barat.
Hal tersebut disampaikan saat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau progres pembangunan tol, Rabu (11/2/2026), didampingi Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa.
Peninjauan difokuskan pada Jembatan Musi V, struktur utama yang menghubungkan kawasan Gandus dan Bengkinang.
“Tol ini sangat strategis karena menjadi bagian dari Tol Trans Sumatera yang akan menghubungkan Lampung hingga Aceh. Selain memangkas waktu tempuh, juga mengurangi titik kemacetan, terutama saat arus mudik,” katanya.
Menurut AHY, ruas tol ini akan diuji kelaikan sebelum dibuka secara fungsional. Ia juga menekankan pentingnya keselamatan kerja dalam percepatan pembangunan.
Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menilai tol tersebut akan membawa dampak besar bagi mobilitas dan ekonomi daerah.
“Dari Palembang ke Betung yang biasanya 3–4 jam, nantinya cukup sekitar satu jam. Ini akan memicu pertumbuhan ekonomi baru dan mengurangi kepadatan lalu lintas di dalam kota,” katanya.
Ratu Dewa juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Palembang telah mengusulkan agar exit tol diarahkan ke Kecamatan Gandus.
“Kami berharap exit tol berada di Gandus agar wilayah ini benar-benar terbuka aksesnya dan berkembang,” tegasnya.
Kepala BBPJN Sumatera Selatan Panji Krisna Wardana menjelaskan bahwa progres konstruksi Seksi 1 dan 2 telah mencapai 89 persen dan direncanakan difungsikan pada H-10 Lebaran.
Sementara Jembatan Musi V dijadwalkan menjalani uji beban pada Maret 2026 dengan melibatkan 40 unit dump truck.
Pemerintah menargetkan seluruh ruas Tol Kapalbetung sepanjang 106,81 kilometer rampung sepenuhnya pada akhir 2026. (DSK)

