RELUNG.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Sumatera Selatan mengungkapkan alasan di balik pengusulan Wali Kota Palembang Ratu Dewa sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kota Palembang.
Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPD Gerindra Sumsel, Alwis Gani, mengatakan bahwa nama Ratu Dewa merupakan hasil usulan dari jajaran DPC yang menyerap aspirasi Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kota Palembang.
“Suara DPC berasal dari PAC. Dari hasil rapat kepengurusan, nama Ratu Dewa diusulkan dan direkomendasikan ke DPD untuk kemudian diteruskan ke DPP,” kata Alwis, Rabu (11/2/2026).
Menurut Ketua Komisi V DPRD Sumsel ini, seluruh DPC kabupaten/kota di Sumsel telah mengajukan susunan pengurus inti yang kini sedang ditelaah sebelum dikirim ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Administrasi sedang kami cek. Kami beri waktu perbaikan hingga 18 Februari, lalu akan dibahas dalam rapat DPD sekitar 19–20 Februari sebelum diusulkan ke DPP,” jelasnya.
Dari 17 DPC di Sumsel, terdapat dua DPC yang diusulkan berganti ketua, yakni Kota Palembang dan Kabupaten Muara Enim.
Untuk Palembang, formasi yang diusulkan adalah, Ketua yakni Ratu Dewa; Sekretaris Putri Azizah Prima Salam dan Bendahara Ridho
Sementara di Muara Enim, posisi ketua diusulkan dijabat Deddy Arianto Sutopo, yang saat ini merupakan Ketua DPRD setempat.
“Untuk Palembang, struktur KSB diganti semua. Muara Enim ketua diganti dan sekretaris lama pindah menjadi bendahara,” ujar Alwis.
Sedangkan 15 DPC lainnya tetap mempertahankan ketua lama, meski terdapat perubahan di posisi sekretaris, bendahara, maupun struktur kepengurusan lainnya.
Alwis menjelaskan, posisi Ketua DPC Palembang menjadi kosong setelah Prima Salam yang sebelumnya menjabat hanya sebagai pengganti sementara dan memilih fokus di kepengurusan DPD sebagai bendahara.
“Ketika posisi ketua kosong, kami memetakan siapa yang paling ideal. Dari internal ada beberapa nama, namun dari eksternal, Ratu Dewa dinilai paling pas karena belum terikat partai,” jelasnya.
Menurutnya, Ratu Dewa juga telah menyatakan siap jika diberi amanah, dan hingga kini tidak ada penolakan dari jajaran PAC.
“Secara prinsip beliau siap jika ditugaskan. PAC juga sudah kami kumpulkan, dan responnya positif,” tambahnya.
Meski demikian, Alwis menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan DPP Partai Gerindra.
“Kami hanya mengusulkan. Jika DPP tidak menyetujui, tentu tidak bisa dilanjutkan. Semua masih menunggu keputusan pusat,” tutupnya. (LWM)

