Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026

Gubernur Herman Deru Ingatkan Ancaman Karhutla, Perusahaan Pemegang Konsesi Diminta Bertanggung Jawab

11/10/2026

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Bripda Dirja Tewas Diduga Dianiaya Senior di Asrama Polda Sulsel, Sempat Pesan Palekko ke Ibunya
Regional

Bripda Dirja Tewas Diduga Dianiaya Senior di Asrama Polda Sulsel, Sempat Pesan Palekko ke Ibunya

RiyadiBy Riyadi24/02/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Nasib tragis menimpa anggota Ditsamapta Polda Sulawesi Selatan, Bripda Dirja Pratama (19), yang tewas diduga akibat penganiayaan oleh seniornya di Kota Makassar. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Nasib tragis menimpa anggota Ditsamapta Polda Sulawesi Selatan, Bripda Dirja Pratama (19), yang tewas diduga akibat penganiayaan oleh seniornya di Kota Makassar.

Sebelum meninggal dunia, korban sempat menghubungi ibunya dan meminta dibuatkan makanan khas kampung halamannya.

Bripda Dirja diduga mengalami penganiayaan di Asrama Ditsamapta Polda Sulsel pada Minggu (22/2) pagi. Kepergiannya menyisakan duka mendalam, karena pada hari yang sama ia masih berkomunikasi dengan orang tuanya.

Baca juga :   Debt Collector Diduga Rampas Mobil, Warga Palembang Lapor Polisi

Korban menelepon ibunya yang berada di Kabupaten Pinrang selepas sahur. Lulusan pendidikan Bintara Polri 2025 itu meminta dibuatkan makanan olahan daging itik khas Pinrang, Palekko.

“Sempat dia mau makan itik Palekko,” kata ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, personel Polres Pinrang, kepada wartawan, Senin (23/2/2026).

Sang ayah pun berangkat ke Makassar untuk mengantarkan langsung makanan yang dipesan anaknya. Namun di tengah perjalanan, ia menerima kabar duka.

Baca juga :   Tragedi di Way Kanan, Tiga Polisi Gugur Ditembak Oknum TNI

“Kami siap mengantar itik Palekko ke Makassar. Tapi di hari kejadian sekitar jam 7 atau 8 pagi dikabarkan meninggal,” tuturnya.

Aipda Jabir mengaku heran atas kabar tersebut. Pasalnya, saat subuh anaknya masih berkomunikasi dengan ibunya dan tidak mengeluhkan sakit apa pun. Bripda Dirja diketahui telah berada di RSUD Daya Makassar dalam kondisi meninggal dunia.

“Karena tadi subuh komunikasi sama ibunya masih baik, tidak ada mengeluh sakit,” ujarnya.

Baca juga :   Viral Kejar-kejaran Avanza dan Motor di Palembang, Sopir Laporkan Dugaan Perusakan

Saat tiba di rumah sakit, pihak keluarga merasa janggal. Mereka menduga ada tindak penganiayaan karena dari mulut korban mengeluarkan darah.

“Itu yang kami pertanyakan, karena ada darah keluar dari mulutnya,” ungkap Aipda Jabir.

Jenazah Bripda Dirja kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi sebelum diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan di Pinrang pada Senin (23/2) siang.

Baca juga :   Akui Nikah Siri dengan Insanul Fahmi, Inara Bantah Lakukan Hubungan Intim

“Dia baru lulus polisi. Almarhum tinggal di asrama Polda,” tambahnya.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) dan Propam Polda Sulsel langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan enam oknum polisi untuk diperiksa.

Kapolda Sulsel, Djuhandhani Rahardjo Puro, menyatakan satu orang berinisial Bripda P telah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga :   Fokus Pelayanan Publik, Wali Kota Lubuklinggau Instruksikan Setiap OPD Miliki Akun Medsos

“Kita menetapkan tersangka atas nama P pangkat Bripda yang merupakan senior dari korban,” ujar Djuhandhani kepada wartawan di Mapolres Pinrang, Senin (23/2).

Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dan sejumlah saksi, serta diperkuat hasil visum dari Biddokkes yang menemukan sejumlah luka lebam pada tubuh korban.

“Setelah pemeriksaan oleh Biddokkes, kita temukan beberapa lebam dan kita yakini itu adalah penganiayaan,” jelasnya.

Baca juga :   Pendaki Legendaris Nirmal Purja Meninggal Tertimbun Longsoran Salju di Broad Peak Pakistan

Djuhandhani menegaskan, selain diproses secara pidana, tersangka juga akan menjalani proses pelanggaran kode etik.

“Kami akan transparan bahwa proses berjalan secara profesional dan dalam waktu dekat kepada anggota yang terlibat, kita akan melaksanakan proses secara etika,” tegasnya.

Baca juga :   Pemuda di Desa Gajah Mati Ditemukan Tewas dengan Luka di Kepala, Diduga Korban Kekerasan

Kapolda belum merinci kronologi lengkap peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan sempat ada upaya pengaburan fakta yang menyebut korban tewas akibat membenturkan kepalanya sendiri.

“Kami langsung mengecek kebenaran tersebut. Secara scientific kami buktikan bahwa yang disampaikan anggota, bahwa dia membentur-benturkan kepala, adalah tidak benar,” tegas Djuhandhani.

Penyidik kini masih mendalami dugaan keterlibatan lima polisi lainnya. Seluruhnya masih berstatus saksi.

Baca juga :   Zeda Salim Lepas Hijab Demi Kebutuhan Hidup, Akui Pergulatan Batin Mendalam

“Dari lima ini adalah anggota semua, ada teman satu angkatan. Saat ini masih kita periksa berkaitan sebagai saksi dan keterlibatannya,” ujarnya.

Djuhandhani kembali menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan meminta masyarakat serta keluarga korban mempercayakan penanganannya kepada Polda Sulsel.

“Untuk perkembangan kepada lima orang lagi saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Tentu saja dalam proses itu kita memerlukan bukti-bukti baik secara material maupun pembuktian lainnya,” pungkasnya.[YKP]

Bripda Dirja dianiaya Dianiaya Senior Diduga Polda Sulsel Senior Tewas
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleHonor Siap Perkenalkan Robot Humanoid Pertama di MWC
Next Article Xiaomi Pad 8 Siap Meluncur Global 28 Februari, Usung Snapdragon 8s Gen 4
Riyadi

Related Posts

Regional

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/20261 Views
Regional

Gubernur Herman Deru Ingatkan Ancaman Karhutla, Perusahaan Pemegang Konsesi Diminta Bertanggung Jawab

11/10/20261 Views
Regional

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,924 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,796 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,769 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?