RELUNG.ID — Kepergian mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, kembali mengingatkan publik pada salah satu tonggak pembangunan terbesar di daerah ini: hadirnya Light Rail Transit (LRT) Palembang.
Bagi mantan Sekretaris Daerah Sumsel, Nasrun Umar, proyek LRT bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan simbol mimpi besar dan keberanian kepemimpinan Alex Noerdin.
Nasrun mengaku menjadi saksi langsung bagaimana proses panjang dan penuh tantangan dilalui Pemerintah Provinsi Sumsel untuk meyakinkan pemerintah pusat agar proyek tersebut bisa direalisasikan.
“Beliau berjasa menggolkan LRT Sumsel. Pemprov selama satu tahun berjuang mewujudkan itu. Itu adalah impian beliau,” ujar Nasrun, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, saat itu tidak sedikit pihak yang meragukan kemampuan Sumsel menghadirkan moda transportasi modern seperti LRT. Namun, dengan komitmen dan lobi intensif ke pemerintah pusat, proyek tersebut akhirnya disetujui dan menjadi kenyataan.
Bagi Nasrun, keberhasilan menghadirkan LRT di Palembang menjadi bukti bahwa Alex Noerdin memiliki visi jauh ke depan. Ia melihat pembangunan transportasi massal sebagai fondasi penting untuk pertumbuhan kota dan peningkatan daya saing daerah.
“LRT itu bukan hanya soal rel dan kereta. Itu simbol keberanian daerah memperjuangkan kemajuan,” katanya.
Selain LRT, Nasrun juga mengingat komitmen kuat almarhum terhadap program pendidikan dan kesehatan gratis. Namun, menurutnya, LRT menjadi salah satu warisan monumental yang secara fisik dan nyata dapat disaksikan hingga hari ini.
Ia menilai, kepemimpinan Alex Noerdin memperlihatkan perpaduan antara visi strategis dan keberanian mengambil keputusan besar demi kepentingan masyarakat luas.
“Sumsel kehilangan sosok pemimpin yang berani bermimpi besar dan memperjuangkannya sampai terwujud,” ucap Nasrun.[THQ]

