RELUNG.ID – Ada empat golongan yang dirindukan surga Allah SWT. Siapa saja mereka?
Hal ini diungkapkan langsung oleh Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang, Dr Selvia Assoburu M.Hum dalam program Kultum dari Relung yang disiarkan langsung di platform media sosial Relung Media, Minggu (1/3/2026)
Dalam pembukaannya, Dr Selvia menyampaikan ucapan Marhaban ya Ramadan, seraya mengingatkan bahwa Ramadan adalah syahrul maghfirah, bulan penuh ampunan, rahmah, dan kasih sayang Allah SWT.
“Allah begitu mencintai hamba-Nya. Bahkan Allah memanggil hamba-Nya dengan panggilan istimewa, ‘Ya ayyuhalladzina amanu’ dan ‘Ya ayyuhalladzina attaqu’. Dua panggilan ini menunjukkan kemuliaan orang-orang beriman dan bertakwa,” ujarnya.
Menurutnya, tujuan utama iman dan takwa adalah mengantarkan manusia meraih husnul khatimah. Di dunia ini, kata dia, hanya ada dua pilihan: memilih jalan yang menjerumuskan atau jalan yang mengantarkan ke surga Allah SWT.
Mengutip hadis Rasulullah SAW, Dr Selvia menjelaskan bahwa surga merindukan empat golongan umat manusia.
Pertama, orang-orang yang gemar membaca Al-Qur’an.
Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi orang bertakwa dan kelak akan memberi syafaat kepada para pembacanya.
“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dipahami dan diamalkan. Ramadan adalah momentum terbaik untuk kembali dekat dengan Al-Qur’an,” jelasnya.
Kedua, orang-orang yang menjaga lisan.
Dr Selvia mengingatkan bahwa lisan memang tidak bertulang, namun bisa melukai lebih tajam dari senjata. Karena itu, menjaga ucapan merupakan ciri orang bertakwa.
“Diam itu emas, tetapi bukan berarti pasif. Jadikan diam sebagai kekuatan untuk berkarya dan berbicara hanya dalam kebaikan,” tuturnya.
Ketiga, orang-orang yang gemar bersedekah dan menolong sesama. Menurutnya, sikap ta’awun alal birri atau tolong-menolong dalam kebaikan merupakan wujud nyata keimanan.
“Yang mampu bantu yang lemah, yang kuat support yang kesulitan. Itulah karakter hamba yang dirindukan surga,” katanya.
Keempat, orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi melatih kesabaran, pengendalian diri, dan kepedulian sosial.
Dr Selvia mengajak seluruh jamaah menjadikan Ramadan sebagai wasilah untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama.
“Manusia memang tidak sempurna, tetapi Ramadan memberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Target kita adalah menjadi khairunnas anfa’uhum linnas—sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” ungkapnya.
Saksikan ceramah lengkap Dr Selvia Assoburu M.Hum dalam program Kultum dari Relung melalui kanal resmi Relung Media Group:
– Youtube: https://youtu.be/PEa3Pi1VIvg
– Facebook : https://facebook.com/reel/1498205405166573/
– Instagram: https://www.instagram.com/reels/DVVnTWoDT5d/
– TikTok: https://www.tiktok.com/@relung.id/video/7612182870966209793
Program Kultum dari Relung hadir setiap hari menjelang berbuka puasa selama Ramadan 1447 H/2026 M, menghadirkan ulama, akademisi, dan tokoh agama untuk menemani perjalanan spiritual masyarakat Sumatera Selatan. (KPB)

