Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Dongkrak Efisiensi Produksi Garam, Kemenperin Optimalkan Teknologi
Lifestyle

Dongkrak Efisiensi Produksi Garam, Kemenperin Optimalkan Teknologi

alwiBy alwi16/12/2022
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kementrian Perindustrian (Kemenperin) mendorong para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar memanfaatkan teknologi tepat guna, efisiensi dan modern sehingga memacu produktivitas dan kualitasnya. Salahnya IKM yang didorong yakni produksi garam.

Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi mengatakan pihaknya berupaya mendukung pengembangan garam di Indonesia melalui pendampingan dan konsultansi bagi para pelaku industri serta penerapan teknologi yang dikembangkan bagi IKM Menengah melalui unit kerja yang dimiliki.

“Garam ini merupakan salah satu komoditas strategis yang penggunaannya sangat luas, mulai dari sektor konsumsi baik rumah tangga maupun komersial (hotel, restoran dan katering). Selain itu juga diperlukan oleh sektor industri meliputi industri aneka pangan (untuk produksi mi instan, biskuit, bumbu-bumbuan, makanan ringan, dan produk aneka pangan lainnya),” katanya dikutip dari keterangan resminya, Jumat (16/12).

Dengan banyaknya penggunaan garam tentunya kebutuhan garam juga akan sangat banyak. Karena itu, salah satu unit kerja di bawah BSKJI Kemenperin yaitu Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banda Aceh ikut berpartisipasi dalam pengembangan garam di Indonesia, khususnya di Provinsi Aceh.

Salah satu teknologi yang dikembangkan sekaligus diaplikasikan di sektor IKM pengolahan garam adalah teknologi untuk mempercepat produksi garam menggunakan sistem semprot (sprayer). “Teknologi yang di kembangkan ini telah di aplikasikan di dua IKM garam di Provinsi Aceh, yaitu di UD. Milhy Jaya Bireuen dan Koperasi Tunas Usaha Sejahtera Aceh Besar,” ujarnya.

Prinsip kerja dari teknologi yang dikembangkan tersebut adalah dengan cara menaikkan air garam muda (± 10 0be) menggunakan pompa air yang digerakkan oleh tenaga listrik bersumber dari panel surya (solar cell) kebagian atas melalui pipa PVC dan di alirkan kembali ke bawah dalam bentuk pancuran seperti shower.

Proses ini di ulang-ulang terus setiap hari sesuai dengan waktu yang telah di tentukan. Karena ukuran air yang dijatuhkan dalam bentuk butiran kecil, maka proses penguapan air akan lebih efisien. Selain itu, ketika butiran air yang di jatuhkan ke bagian atas geomembran, akan menimbulkan efek pengadukan air garam yang juga berpengaruh langsung terhadap percepatan laju penguapan air.

Sementara itu, Mahlinda selaku ketua tim pengembangan teknologi pengolahan garam sistem semprot ini menambahkan, dalam kondisi cuaca normal dengan adanya teknologi sistem semprot ini tingkat kenaikan baume air garam rata-rata mencapai 2 obe/hari. Sedangkan jika tidak menggunakan teknologi semprot kadar baume hanya naik 1 obe/hari.

“Hal ini dapat memangkas waktu produksi garam sebanyak 50 persen apabila dibandingkan dengan teknologi konvensional tanpa menggunakan sistem semprot,” jelasnya. “Keuntungan lain dari pengggunaan teknologi semprot ini adalah ukuran partikel garam yang dihasilkan lebih halus,” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSembunyi di Belakang Rumah, Pengedar Narkoba di Muratara Diringkus
Next Article Kepala Pusat Kebudayaan Rusia di Afrika Tengah Terluka Usai Terima Kiriman Bom
alwi

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,979 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,851 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,823 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?