Bupati OKU Timur, Lanosin menyebutkan jika Kabupaten OKU Timur sudah sejajar dengan Palembang, Lubuklinggau serta OKU. Hal ini terlihat dari pendidikan OKU Timur yang sudah masuk ke jajaran tembus level 70 angka IPM.
“Di sini bisa digambarkan bahwa orang pintar di OKU Timur semakin banyak, sudah sejajar dengan Kota Palembang, Lubuklinggau dan OKU” kata Enos saat melaunching E-Library Perpustakaan Digital dan Pojok Baca Digital serta Launching Kampung Dongeng yang diselenggarakan di Balai Rakyat Setda OKU Timur, Selasa kemarin (13/12).
Inovasi E-Library ini untuk terus memajukan pendidikan serta menumbuhkan minat baca masyarakat di Bumi Sebiduk Sehaluan. Saat ini, aplikasi E-Library OKU Timur dapat diunduh melalui smartphone berbasis android sehingga perpusatakaan digital dapat diakses langsung oleh siapapun dan kapanpun tanpa batasan waktu.
Bupati Enos juga memotivasi para orang tua agar terus mendorong agar anak-anaknya semangat belajar, “Bagaimana orangtua pintar dan anaknya juga pintar, bagaimana agar bisa pintar, literasi kuncinya, literasi untuk kesejahteraan” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatra Selatan Fitriyanti mewakili Duta Literasi Sumatra Selatan dalam sambutannya menyatakan bahwa ini merupakan terobosan atau inovasi yang dilakukan oleh Kabupaten OKU Timur, “Kami sangat apresiasi peran dari Bunda Literasi Kabupaten OKU Timur” katanya.
Dia juga mengungkapkan rasa bangganya kepada Bunda Literasi OKU Timur, karena begitu aktif setelah dikukuhkan dengan memberikan sosialisasi dalam ekosistem literasi, dan ini membuat kami bangga, tidak sia-sia beliau mendapatkan penghargaan dari Gubernur Herman Deru.
“Kami harap kedepan dapat menjadikan Kabupaten OKU Timur sebagai percontohan lumbung literasi Provinsi Sumsel,” pungkasnya.
Dalam acara ini juga dikukuhkan pengurus Kampung Dongeng oleh Bunda Literasi Kabupaten OKU Timur Sheila Noberta, dan pemberian 1 unit mobil operasional Dinas Sosial, 1 unit motor operasional PKH dan 1 unit mobil untuk Puslatpur.

