RELUNG.ID — Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang diperkirakan meningkat selama periode mudik Lebaran 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sejumlah maskapai telah mengajukan tambahan penerbangan atau extra flight.
General Manager Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, mengatakan hingga saat ini terdapat 121 pengajuan penerbangan tambahan dari berbagai maskapai.
Maskapai yang mengajukan extra flight di antaranya Garuda Indonesia, Lion Air, Super Air Jet, dan Citilink.
“Extra flight yang diajukan antara lain menuju Jakarta, Surabaya, Batam, Pangkal Pinang, Kualanamu, dan Yogyakarta,” ujar Syaugi saat pembukaan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026 di bandara tersebut, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, selama masa angkutan Lebaran tahun ini jumlah pergerakan pesawat diproyeksikan meningkat sekitar 2,8 persen atau mencapai 1.176 penerbangan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 188.129 orang atau naik sekitar 3,8 persen secara tahunan (year on year).
“Untuk puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-2 Lebaran, yakni 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada H+7 Lebaran atau 28 Maret 2026,” jelasnya.
Meski mengalami peningkatan, proyeksi pertumbuhan pergerakan pesawat dan penumpang tahun ini tercatat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode angkutan Lebaran 2025, pergerakan pesawat diperkirakan meningkat hingga 1.502 penerbangan atau sekitar 3,8 persen, sementara jumlah penumpang mencapai 222.279 orang dengan kenaikan 5,6 persen.
Untuk mendukung kelancaran operasional selama musim mudik, Bandara SMB II juga mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Lebaran mulai 13 hingga 30 Maret 2026.
Posko tersebut melibatkan 519 personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, AirNav Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, serta Balai Kekarantinaan Kesehatan.
Syaugi menegaskan, pihak bandara memastikan seluruh aspek operasional, mulai dari keamanan, keselamatan penerbangan, hingga pelayanan kepada penumpang, dapat berjalan optimal selama periode mudik Lebaran.
“Intinya SMB II memastikan aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan berjalan optimal selama masa angkutan Lebaran,” ujarnya.[THQ]

