RELUNG.ID – Rismon Hasiholan Sianipar, tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, melakukan langkah klarifikasi dan permintaan maaf langsung kepada keluarga presiden.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice.
Dalam dua hari terakhir, Rismon melakukan perjalanan ke Solo, Jawa Tengah, dan kembali ke Jakarta untuk menemui Jokowi serta Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Rismon terlebih dahulu mendatangi kediaman Jokowi di Solo pada Kamis (12/3/2026) sore.
Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan permintaan maaf sekaligus mengklarifikasi hasil penelitiannya terkait buku yang ditulisnya mengenai polemik ijazah Jokowi.
Jokowi membenarkan pertemuan tersebut dan menyatakan telah menerima permintaan maaf dari Rismon.
Namun, terkait permohonan penyelesaian perkara melalui restorative justice, Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada tim penasihat hukumnya dan proses hukum yang berjalan.
Sehari setelahnya, Jumat (13/3/2026), Rismon mendatangi kantor Wakil Presiden di Jakarta untuk bertemu dengan Gibran Rakabuming Raka. Pertemuan berlangsung tertutup sekitar 50 menit sebelum keduanya keluar bersama dari kantor wakil presiden.
Dalam kesempatan itu, Gibran tampak menyambut Rismon secara hangat. Ia bahkan merangkul Rismon sambil menyampaikan bahwa persoalan tersebut tidak lagi menjadi masalah di antara mereka.
Rismon kemudian menjelaskan bahwa berdasarkan kajian terbaru yang dilakukannya selama sekitar dua bulan, ia menyimpulkan ijazah Jokowi memang asli.
Temuan tersebut berbeda dengan hasil penelitian sebelumnya yang sempat menyebut adanya kejanggalan.
Menurut Rismon, kesimpulan baru tersebut diperoleh setelah ia melakukan analisis ulang dengan metode yang lebih lengkap dan pendekatan ilmiah yang lebih mendalam.
Ia juga menyatakan akan menuliskan koreksi atas penelitian sebelumnya dalam sebuah buku yang sedang disiapkan.
Buku tersebut rencananya memuat klarifikasi sekaligus penjelasan metodologi penelitian yang digunakannya.
Rismon mengaku keputusan untuk mengungkapkan temuan baru tersebut membuatnya menerima banyak kritik dan hujatan dari sejumlah pihak.
Meski demikian, ia menilai mengungkapkan kebenaran tetap lebih penting daripada mempertahankan kesimpulan yang keliru.
Selain itu, ia juga menantang pihak-pihak yang masih meragukan keaslian ijazah Jokowi, termasuk Roy Suryo, untuk mendiskusikan persoalan tersebut secara terbuka dengan metode ilmiah yang dapat diuji publik.
Di akhir pernyataannya, Rismon menyampaikan apresiasi terhadap sikap Jokowi dan keluarganya yang menurutnya tetap terbuka menerima kritik serta bersedia memberikan maaf atas polemik yang terjadi. (vid)

