RELUNG.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba terus berupaya untuk menurunkan angka stunting di Bumi Serasan Sekate.
Upaya tersebut kini mulai terlihat dengan adanya penurunan hingga 5 persen angka stunting.
Semula angka stunting di Muba terdata 23 persen. Namun kini menjadi 17,70 persen.
Baca Juga: Trailer Game Fate Samurai Dirilis, Siap Diluncurkan 28 September
Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sumsel, Rahmat Gunarto menilai, capaian tersebut sangat luar biasa dalam periode satu tahun.
Dia pun mengapresiasi program kerja dan strategi Pemkab Muba dalam menurunkan angka stunting ini.
“Program dan strategi harus terus dijalankan dengan baik dan tetap dipertahankan,” katanya, Selasa (20/6).
Baca Juga: 4 Pahlawan Konoha yang Mati, Nomor 4 Masih Selamat
Sementara itu, Pj Bupati Muba, Apriyadi mengaku saat ini meski angka stunting mengalami penurunan. Namun, masih terdata setidaknya 513 kasus terjadi di Muba.
“Nah kasus ini harus dituntaskan, dan kita tidak usah lagi berteori. Segera eksekusi di lapangan. Tahun ini kasus stunting harus tidak ada lagi,” katanya.
Dia juga menegaskan setiap OPD jangan lagi untuk saling melempar. Karena, mengatasi kasus stunting ini harus dilakukan secara keroyokan. Ini tentunya menjadi tugas bersama.
Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Cuti Bersama Idul Adha Selama Tiga Hari, Catat Ini Tanggalnya
Dalam waktu dekat, dia menambahkan nantinya anak-anak stunting di Muba akan diantar makanan sehat dan imun setiap hari.
“Nanti kita siapkan juru masak khusus dan makanan yang diolah akan diantar langsung untuk anak stunting,” urainya.
Untuk persoalan anggaran. Dia juga mengingatkan setiap OPD harus tepat sasaran. “Tahun 2024 kasus stunting di Muba harus menjadi satu digit,” pungkasnya.

