RELUNG.ID — Di tengah suasana hangat silaturahmi Lebaran, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru justru mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi ancaman musim kemarau yang mulai mendekat.
Dalam momen open house Idulfitri 2026, Deru menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang telah dipetakan sebagai daerah rawan.
“Perhatikan wilayah-wilayah rawan karhutla di Sumsel. Kita sudah memetakan daerah-daerah tersebut, apalagi menjelang fenomena El Nino,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).
Menurutnya, ancaman karhutla menjadi perhatian serius karena dapat berdampak luas, mulai dari gangguan kesehatan hingga aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta seluruh elemen, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.
Di sisi lain, Pemprov Sumsel juga dihadapkan pada tantangan besar lainnya, yakni lonjakan arus mudik dan balik Lebaran. Berdasarkan proyeksi, sekitar 3,87 juta pemudik diperkirakan akan melintasi wilayah Sumsel tahun ini.
Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari pengamanan jalur hingga rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan.
“Fokus utama kita memastikan perjalanan masyarakat aman, lancar, dan nyaman. Rekayasa lalu lintas seperti sistem buka-tutup sudah diterapkan di beberapa titik,” jelasnya.
Deru juga memastikan kondisi arus lalu lintas, termasuk di jalan tol, masih dalam keadaan terkendali hingga saat ini. Meski begitu, pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada puncak arus mudik dan balik.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati selama perjalanan dan mematuhi arahan petugas di lapangan.[THQ]

