RELUNG.ID — Di tengah tekanan global akibat konflik di Timur Tengah yang memicu kebijakan efisiensi anggaran, Presiden Prabowo Subianto memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap menjadi prioritas utama pemerintah.
Prabowo menegaskan, penghematan anggaran tidak akan menyentuh program yang menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat, terutama anak-anak. Ia memilih memangkas sektor lain ketimbang menghentikan program yang dinilai strategis bagi masa depan bangsa.
“Saya akan bertahan. Lebih baik uang digunakan untuk rakyat bisa makan daripada terbuang tidak jelas,” ujarnya dalam diskusi bersama jurnalis, Minggu (22/3/2026).
Menurutnya, MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menyoroti masih banyaknya kasus stunting yang ditemui langsung saat turun ke lapangan.
Program ini bahkan mendapat perhatian dari lembaga internasional. Berdasarkan kajian sejumlah institusi global, setiap satu dolar yang diinvestasikan dalam program makan bergizi dapat menghasilkan manfaat berlipat, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Prabowo menyebut, program serupa telah diterapkan di lebih dari 100 negara, dan Indonesia menjadi salah satu negara yang mulai mengadopsinya secara luas.
Meski begitu, ia mengakui pelaksanaan di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan. Pemerintah telah menutup lebih dari seribu titik layanan yang dinilai tidak memenuhi standar sebagai bagian dari evaluasi dan perbaikan sistem.
“Kalau ada kekurangan, kita benahi. Yang tidak sesuai standar kita tutup,” tegasnya.
Di sisi lain, ia menekankan bahwa program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di daerah luar Jawa yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap gizi seimbang.
Menurut Prabowo, kesenjangan ekonomi yang masih terjadi membuat program seperti MBG menjadi sangat penting untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan.
“Kita negara kuat. Tapi masih banyak rakyat yang belum menikmati hasil ekonomi secara merata,” ungkapnya.[THQ]

