RELUNG.ID — Presiden Prabowo Subianto meluruskan isu terkait keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau *Board of Peace* (BoP). Ia menegaskan pemerintah tidak pernah berkomitmen membayar iuran sebesar USD 1 miliar atau sekitar Rp15,7 triliun, melainkan memilih berkontribusi melalui pengiriman pasukan perdamaian.
Dalam diskusi bersama jurnalis dan pengamat, Prabowo menjelaskan sejak awal terdapat dua opsi keikutsertaan dalam forum tersebut: kontribusi dana besar atau partisipasi personel di lapangan. Indonesia, kata dia, secara tegas mengambil jalur kedua.
“Kita tidak pernah menyatakan siap iuran USD 1 miliar. Komitmen kita adalah pada pengiriman pasukan perdamaian,” ujarnya.
Menurut Prabowo, pendekatan ini dinilai lebih sesuai dengan kapasitas dan pengalaman Indonesia yang selama ini aktif dalam misi perdamaian dunia. Selain itu, kontribusi dalam bentuk personel dianggap lebih konkret dalam menjaga stabilitas di wilayah konflik.
Terkait rencana rehabilitasi Gaza, Prabowo menyebut Indonesia tetap membuka peluang untuk berkontribusi, namun dengan sejumlah catatan. Partisipasi tersebut akan sangat bergantung pada situasi di lapangan, terutama jika gencatan senjata antara Gaza dan Israel benar-benar terwujud.
Ia menambahkan, Indonesia sebenarnya telah lebih dulu terlibat dalam bantuan kemanusiaan di kawasan tersebut, termasuk pembangunan fasilitas kesehatan dan dukungan melalui lembaga seperti Badan Amil Zakat Nasional.
“Nanti kita lihat perkembangan. Kalau situasi memungkinkan dan pembangunan sudah dimulai, Indonesia bisa ikut serta,” kata Prabowo.[THQ]

