RELUNG.ID — Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah politik luar negeri Indonesia tetap berada di jalur “bebas aktif” dengan tidak memihak kekuatan mana pun, meski dunia tengah diwarnai rivalitas geopolitik yang semakin tajam.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam diskusi bersama jurnalis senior di Hambalang, Bogor. Ia menekankan bahwa sikap non-blok bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga strategi relevan untuk menjaga kepentingan nasional di tengah ketidakpastian global.
Menurutnya, posisi Indonesia yang tidak berpihak justru menjadi kekuatan diplomatik. Dengan sikap tersebut, Indonesia dapat menjalin hubungan setara dengan berbagai negara, tanpa harus terseret dalam konflik kepentingan.
“Indonesia punya keunggulan karena kita menjaga hubungan baik dengan semua pihak. Kita tidak ingin terjebak memilih antara satu kekuatan melawan yang lain,” ujarnya.
Dalam konteks rivalitas global, termasuk dinamika antara Amerika Serikat dan Tiongkok, Prabowo menegaskan Indonesia memilih untuk tetap independen. Ia menyebut pendekatan tersebut memungkinkan Indonesia memperlakukan semua mitra secara setara, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
Selain itu, ia juga menyinggung berbagai konflik internasional, termasuk ketegangan yang melibatkan Israel dan Iran. Dalam hal ini, Prabowo menegaskan Indonesia tidak akan terlibat dalam penilaian siapa yang benar atau salah, melainkan fokus pada stabilitas dan kepentingan nasional.
Bagi Prabowo, prinsip non-blok yang diwariskan para pendiri bangsa tetap menjadi “kompas” utama dalam menjaga keamanan dan kedaulatan Indonesia.
“Yang terpenting bagi kita adalah kepentingan nasional. Itu yang harus dijaga, dan itu yang menjadi arah kebijakan kita,” katanya.[THQ]

