RELUNG.ID – Momentum Lebaran 2026 tak hanya mendorong lonjakan penumpang LRT Sumsel, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM di sejumlah stasiun strategis.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) memanfaatkan tingginya mobilitas masyarakat dengan menghadirkan tenant UMKM di area stasiun.
Selama masa Posko Angkutan Lebaran 2026, tercatat 213.150 penumpang menggunakan LRT Sumsel hingga H+5 atau 26 Maret 2026. Rata-rata harian mencapai 15.225 penumpang, dengan puncak terjadi pada 23 dan 24 Maret yang masing-masing menembus lebih dari 26 ribu penumpang.
Lonjakan tersebut membawa dampak langsung bagi pelaku usaha kecil yang membuka lapak di stasiun-stasiun seperti Asrama Haji, Bumi Sriwijaya, Ampera, Polrestabes, dan DJKA.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan kehadiran UMKM di stasiun merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kami tidak hanya berfokus pada layanan transportasi, tetapi juga mendorong pemberdayaan UMKM lokal. Tingginya jumlah penumpang selama Lebaran menjadi peluang besar bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan,” ujar Aida.
Beragam produk ditawarkan, mulai dari makanan dan minuman hingga kerajinan khas daerah. Aktivitas jual beli di area stasiun pun terlihat meningkat seiring padatnya arus penumpang, khususnya pada periode arus balik dan libur panjang.
Di sisi lain, KAI tetap menjaga kualitas layanan operasional. Penambahan perjalanan dari 94 menjadi 102 perjalanan per hari pada 22–25 Maret 2026 dilakukan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.
Tak hanya itu, ketepatan waktu perjalanan atau On Time Performance (OTP) LRT Sumsel tercatat mencapai 100 persen, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.
Aida menegaskan, integrasi layanan transportasi dan dukungan terhadap UMKM diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, baik dari sisi mobilitas maupun ekonomi masyarakat.
“Harapannya, kehadiran LRT Sumsel tidak hanya mempermudah perjalanan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi ekonomi lokal,” tutupnya. (KPB)

