RELUNG.ID — Kesabaran warga Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat akhirnya pecah setelah aliran Sungai Pait diduga tercemar limbah aktivitas tambang hingga berdampak ke Sungai Lematang.
Perubahan warna air yang menjadi hitam pekat memicu kemarahan masyarakat. Puluhan warga mendatangi area operasional tambang yang diduga terkait dengan aktivitas PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan menghentikan aktivitas secara paksa, Senin (4/5/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan pencemaran lingkungan yang dinilai terus berulang tanpa penanganan serius.
“Kami sudah cukup sabar. Sungai ini sumber kehidupan masyarakat, tapi sekarang kondisinya rusak dan tidak bisa dipakai lagi,” ujar salah seorang warga, Mulyadi.
Menurut warga, dampak pencemaran sangat dirasakan dalam aktivitas sehari-hari. Air Sungai Lematang yang biasa digunakan untuk mandi, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga kini berubah keruh dan tidak layak digunakan.
Kepala Desa Gunung Kembang, Edi Suparno, mengatakan masyarakat meminta pemerintah dan perusahaan segera mengambil langkah nyata untuk memulihkan kondisi sungai.
“Warga meminta ada tindakan tegas. Jangan sampai persoalan seperti ini terus terjadi dan merugikan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan keresahan masyarakat semakin memuncak karena dugaan pencemaran dinilai belum ditangani secara maksimal, meski sebelumnya sudah pernah disampaikan kepada pihak terkait.
Sementara itu, Kabid Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lahat, Siti Zaleha, memastikan pihaknya telah menerima laporan masyarakat dan akan segera melakukan tindak lanjut di lapangan.
DLH juga berencana melakukan pengecekan langsung serta pengambilan sampel air untuk memastikan dugaan pencemaran dan mengetahui sumber limbah yang menyebabkan perubahan warna sungai.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Bukit Asam maupun PT PAMA belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan pencemaran tersebut. [THQ]

