RELUNG.ID – Banjir yang melanda Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, perlahan mulai surut. Namun hingga Minggu (10/5/2026), ribuan rumah warga di wilayah hilir masih terendam dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muratara, banjir kini masih menggenangi dua kecamatan, yakni Kecamatan Karang Dapo dan Kecamatan Rawas Ilir.
Di Kecamatan Karang Dapo, wilayah terdampak meliputi Desa Kerta Sari, Desa Rantau Kadam, Desa Karang Dapo, Kelurahan Karang Dapo, Desa Biaro Lama, Desa Biaro Baru, dan Desa Aringin.
Sementara di Kecamatan Rawas Ilir, banjir masih merendam Desa Mandi Angin, Kelurahan Bingin Teluk, Desa Beringin Makmur I, Desa Beringin Makmur II, Desa Tanjung Raja, Desa Pauh I, Desa Air Bening, Desa Mekar Sari, dan Desa Belani.
BPBD mencatat sebanyak 16.169 unit rumah masih terendam banjir. Selain itu, empat rumah hanyut, satu rumah mengalami rusak sedang, dan enam rumah lainnya rusak ringan.
Total warga terdampak mencapai 16.169 kepala keluarga atau sekitar 57.373 jiwa.
Bencana banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur di sejumlah titik. Jembatan gantung di Desa Tanjung Beringin dilaporkan putus, sementara jembatan di Desa Terusan, Desa Sukamenang, Desa Noman, dan Desa Batu Gajah mengalami rusak sedang.
Tidak hanya itu, lima puskesmas pembantu, dua polindes, enam TK/PAUD, tujuh SD/MI, dua SMP/MTS, dan dua SMA/SMK masih terendam air.
Satu unit musala dilaporkan hanyut, sedangkan empat musala dan lima masjid lainnya masih tergenang banjir. Hingga kini total kerugian akibat bencana tersebut masih dalam proses pendataan.
Banjir juga memakan korban jiwa. Seorang balita berusia tiga tahun dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam saat banjir melanda kawasan tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono mengatakan kondisi banjir di Kecamatan Rupit sudah surut, sementara genangan masih bertahan di Karang Dapo dan Rawas Ilir.
“Sekarang banjir tinggal dua kecamatan yakni Kecamatan Karang Dapo dan Kecamatan Rawas Ilir,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut Mugono, ketinggian air di Kecamatan Karang Dapo berkisar antara 40 sentimeter hingga satu meter.
“Untuk akses jalan belum bisa dilalui karena berada dekat langsung dengan sungai,” katanya.
Ia menjelaskan, banjir di Muratara merupakan bencana tahunan yang dipicu meluapnya sungai akibat tingginya curah hujan.
“Kemarin Kamis sejak Maghrib hujan turun hingga pukul 08.00 WIB pagi, akibatnya Sungai Rupit meluap dan merendam dua kecamatan,” jelasnya.
Saat ini Kabupaten Muratara masih berstatus siaga banjir karena hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi dan dapat memperluas genangan.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan debit air kembali meningkat.
“Masyarakat kami imbau agar mengamankan barang-barang penting dan menyiapkan langkah evakuasi jika air mulai naik,” pungkas Mugono. (LTM)

