RELUNG.ID – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan kini tengah menurunkan petugasnya ke Dusun I Desa Ciptodadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel.
Hal ini guna menindaklanjuti informasi keberadaan beruang yang menerang petani hingga terluka di lokasi tersebut.
“Kita turun, hari ini sudah berangkat. Petugas kita nanti memastikan itu,” kata Kepala Seksi Konservasi wilayah II BKSDA Sumsel, Yusmono pada Senin, (18/5/2026).
Memang diakuinya, kejadian serangan beruang di tempat tersebut beberapa waktu yang lalu pernah terjadi. Bahkan kejadian ini sambung Yusmono, sudah beberapa kali terjadi. Sehingga disinyalir di tempat itu memang terdapat habitat beruang.
“Bisa jadi daerah situ ada tempat habitatnya beruang didaerah situ,” ujarnya.
Yusmono mengimbau kepada masyarakat sekitar area kebun itu untuk berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di ladang. Kalaupun ada kemunculan harimau ditempat itu, kemungkinan biasanya hanya lewat untuk mencari makan.
“Secara alamiah dia tidak menyerang manusia. Dia nyerang manusia karen biasanya terdesak karena sama-sama kaget ketemu dan tidak sengaja reflek membela diri atau dia ada anaknya yang lagi diasuh, sehingga dia lebih agresif untuk melindungi anaknya,” timpal Yusmono.
“Tapi kalau misalnya tidak ada apa-apa, dia melihat manusia, biasa saja tidak menyerang, dia sekedar lewat saja mencari makan. Nanti beberapa hari seminggu atau 01 hari itu biasanya pindah lagi, nanti mengulang lagi,” ungkapnya.
Menurut Yusmono, namanya satwa liar dan ditempat itu ada hutan kecil dan kebun, kemudian ada beberapa sarang semut yang menjadi makanan beruang.
“Kita lihat nanti, kalau misalnya disitu memang ada tempatnya disitu, kita mungkin giring ke lokasi yang lebih aman. Tapi kalau misalnya kemudian memang disitu tidak ada tempat lagi dan membahayakan karena ditengah pemukiman, itu baru kemudian kita evakuasi,” jelasnya.
Namun sebaliknya, apabila ditempat itu masih ada hutan dan tempat beruang tinggal, maka pihaknya mengimbau warga untuk berhati-hati. Sebab kalau memang lokasinya menjadi tempat beruang hidup, maka memang itu merupakan tempat habitatnya.
Diketahui sebelumnya, seorang petani bernama Junaidi, warga Dusun 1 Desa Ciptodadi, Kecamatan Sukakarya diserang beruang saat sedang beraktivitas di kebun miliknya pada Minggu, 17 Mei 2026 sekitar pukul 11.30 WIB.
Akibat kejadian tersebut, korban alami luka pada bagian muka dan tangan hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Muara Beliti di Kabupaten Musi Rawas. Korban saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit. (NSR)

