RELUNG.ID – Insiden penembakan yang menewaskan seorang anggota TNI di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Ilir Barat I Palembang menjadi alarm serius bagi Pemerintah Kota Palembang. Pasca kejadian itu, pengawasan terhadap operasional tempat hiburan malam dipastikan diperketat.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk meningkatkan pengawasan di sejumlah lokasi hiburan malam yang tersebar di Kota Palembang.
“Saya sudah meminta Satpol PP melakukan pengetatan pengawasan,” ujar Dewa, Rabu (20/5/2026).
Langkah tersebut diambil menyusul kasus penembakan antar anggota TNI yang terjadi di Cafe, Resto, Bar and Live Music Panhead, kawasan Ilir Barat I. Dalam insiden itu, satu anggota TNI dilaporkan meninggal dunia setelah diduga ditembak rekannya sendiri usai terlibat cekcok.
Peristiwa tersebut langsung memicu perhatian Pemerintah Provinsi Sumsel. Gubernur Sumsel Herman Deru meminta seluruh tempat hiburan malam dievaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Menindaklanjuti instruksi itu, Pemkot Palembang mulai melakukan pemeriksaan administrasi hingga evaluasi izin operasional tempat hiburan malam.
“Sesuai arahan gubernur, kami evaluasi seluruh tempat hiburan malam, termasuk mengecek kembali izin operasional dan persyaratannya,” jelas Dewa.
Menurutnya, verifikasi dilakukan untuk memastikan setiap tempat hiburan masih memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk masa berlaku izin usaha dan standar keamanan operasional.
Tak hanya pengelola, masyarakat yang berkunjung ke tempat hiburan malam juga diminta ikut menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Silakan beraktivitas, tetapi tetap menjaga ketertiban agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.[THQ]

