RELUNG.ID – Salah satu warga negara Indonesia (WNI) relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF), Herman Budianto Sudarsono, mengungkap dugaan tindak kekerasan yang dialami para relawan saat ditahan tentara Israel di perairan Mediterania Timur.
Sebelumnya, sembilan WNI yang mengikuti pelayaran kemanusiaan menuju Gaza sempat diamankan oleh militer Israel.
Seluruh relawan dilaporkan telah dibebaskan pada Kamis (21/5/2026) dan kini berada di Istanbul untuk bersiap kembali ke Indonesia.
Herman menceritakan, kapal yang mereka tumpangi dicegat saat masih berada jauh dari wilayah Palestina.
Menurutnya, kapal militer Israel mendekati rombongan relawan dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya melakukan penahanan.
“Kami masih berada di perairan Mediterania dan belum memasuki wilayah Palestina. Namun kapal perang datang mendekat dan kami tidak bisa menghindar lagi,” ujar Herman, Jumat (22/5/2026).
Ia mengatakan para relawan kemudian dipindahkan secara paksa ke kapal militer Israel. Dalam proses tersebut, para relawan disebut mengalami intimidasi verbal hingga kekerasan fisik.
“Tangan kami diikat ke belakang dan kami diperlakukan dengan keras,” katanya.
Herman juga mengaku sejumlah relawan dipukul, didorong, hingga diinjak ketika berada di kapal militer tersebut.
“Kalau kepala sedikit terangkat langsung dipukul. Ada yang dipukul di kepala, perut, dan dada,” tuturnya.
Menurut Herman, salah satu relawan bahkan mengalami luka akibat tembakan peluru karet yang diduga dilepaskan tentara Israel.
“Ada teman kami yang terkena peluru karet di bagian punggung. Lukanya terlihat jelas,” ujarnya.
Selain itu, ia menyebut terdapat relawan perempuan yang juga mengalami tindakan kekerasan selama penahanan berlangsung.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Yvonne Mewengkang, memastikan sembilan WNI tersebut dijadwalkan tiba di Indonesia pada Minggu (24/5/2026) sore.
“Para WNI dijadwalkan tiba hari Minggu sore,” kata Yvonne.
Kemlu RI menegaskan akan terus mengawal proses kepulangan seluruh relawan hingga tiba dengan selamat di Tanah Air.
“Kami terus memantau perkembangan dan memastikan proses kepulangan berjalan lancar,” tutupnya. (vid)

