Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Tanam Tak Serempak Jadi Pemicu Serangan Tikus di Sawah Sumsel
Regional

Tanam Tak Serempak Jadi Pemicu Serangan Tikus di Sawah Sumsel

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda25/05/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Petani padi di Lubuklinggau. (Ansori/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai mengantisipasi ancaman ledakan hama tikus yang berpotensi mengganggu produksi padi pada musim tanam kedua 2026. Salah satu langkah utama yang didorong yakni penerapan pola tanam serentak di seluruh sentra pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono, mengatakan serangan tikus selama ini banyak dipicu pola tanam petani yang tidak bersamaan dalam satu hamparan sawah.

Akibatnya, tanaman padi yang lebih dulu tumbuh menjadi sasaran utama hama dan mengalami kerusakan sebelum memasuki masa panen.

“Kalau tanamnya tidak serentak, tanaman yang lebih awal tumbuh akan habis diserang tikus. Ini yang sering terjadi di kawasan pasang surut maupun rawa lebak,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Menurut Bambang, petani di wilayah pasang surut umumnya baru memulai musim tanam kedua pada April hingga Mei setelah panen pertama selesai pada Oktober hingga Maret. Namun pola tanam yang sporadis membuat populasi tikus berkembang lebih cepat menjelang musim panen Juni hingga Juli.

Kondisi tersebut dinilai berisiko mengancam target produksi padi Sumsel yang tahun ini dipatok mencapai 4 juta ton gabah kering giling (GKG).

Untuk mencegah kerugian lebih besar, Pemprov Sumsel menggencarkan program Gerakan Tanam Menyongsong El Nino yang dilaksanakan serentak di 17 kabupaten dan kota sejak 19 Mei 2026.

Melalui program itu, pemerintah menyalurkan bantuan berupa benih padi, pupuk, pompa air hingga alat dan mesin pertanian guna mempercepat proses tanam di kawasan rawa maupun lahan cetak sawah baru.

Selain percepatan tanam, pemerintah juga menyiapkan langkah pengendalian hama tikus bersama Kementerian Pertanian melalui pemantauan rutin oleh UPTD pertanian di daerah.

“Kami juga akan melakukan gerakan pengendalian tikus bersama agar serangan hama tidak berkembang menjadi endemi saat memasuki musim panen nanti,” kata Bambang.

Pemprov Sumsel optimistis target luas tanam hingga September 2026 dapat mencapai 500 ribu hektare. Target tersebut sekaligus menjadi upaya menjaga posisi Sumsel sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional.

Pada 2025 lalu, produksi padi Sumsel tercatat mencapai sekitar 3,6 juta ton GKG. Tahun ini pemerintah berharap hasil produksi bisa meningkat seiring perluasan lahan tanam dan percepatan musim tanam.[THQ]

Hama Padi Petani Sawah Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleWali Kota Ludi Oliansyah Pastikan Jemaah Haji Asal Pagar Alam Tetap Prima di Tanah Suci
Next Article Dilan Janiyar Ngaku Diduga Jadi Target Perdukunan Asisten Sendiri
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,884 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,756 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,730 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?