Proposal yang diajukan Rusia untuk membentuk komisi agar menyelidikan program biologi militer antara AS dan Ukraina ditolak oleh Dewan Keamanan (DK) PBB yang beranggotakan 15 negara.
Meski demikian, hanya satu negara yang memilih abstain, yakni Negara India.
Dilaporkan Tribune India, Rusia telah mengajukan tuduhan sejak Maret tentang adanya program senjata biologis di Ukraina yang disponsori oleh Departemen Pertahanan AS melanggar Konvensi Senjata Biologis (BWC).
Moskow tidak memberikan bukti yang dapat diverifikasi atas klaim yang secara konsisten dibantah oleh Departemen Pertahanan AS, Gedung Putih, serta Ukraina.
Menjelaskan hal itu, perwakilan India Asokan Amarnath menyebutkan tidak adanya mekanisme verifikasi yang efektif, universal dan non-diskriminatif untuk menerapkan ketentuan BWC.
Dia mengatakan kepada Dewan bahwa mengembangkan mekanisme verifikasi semacam itu diperlukan untuk memperkuat BWC dan implementasinya.
“Kami berharap situasi saat ini akan memberikan dorongan untuk pertimbangan awal dan negosiasi Protokol semacam itu untuk verifikasi,” katanya.
Ini adalah setidaknya ke-11 kalinya India abstain pada resolusi substantif di Dewan Keamanan dan Majelis Umum yang melibatkan Ukraina.
Rusia telah mengklaim bahwa senjata biologis sedang dikembangkan di laboratorium Ukraina dengan dana dan bantuan AS dan mengedarkan apa yang dikatakannya sebagai dokumen mengenai dugaan kerja sama yang disita setelah menginvasi Ukraina.
Pekan lalu Moskow mengedarkan berkas lebih dari 300 halaman yang menguraikan tuduhan tersebut.
Atas keputusan tersebut, Deputi Perwakilan Tetap Rusia Dmitri Polyansky menuduh Barat menunjukkan “mentalitas kolonial” dalam menentang proposalnya untuk penyelidikan yang akan dilaporkan kembali pada akhir bulan.

