RELUNG.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai bermunculan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Dalam sehari, lebih dari 10 hektare lahan dilaporkan terbakar di enam kabupaten, menjadi sinyal awal meningkatnya ancaman karhutla seiring memasuki musim kemarau.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat titik-titik kebakaran tersebar di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Musi Rawas (Mura), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, Ogan Ilir, dan Banyuasin.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan upaya pemadaman dilakukan melalui kombinasi operasi udara menggunakan helikopter water bombing dan penanganan darat oleh tim gabungan.
“Beberapa titik api berhasil dipadamkan, namun masih ada lokasi yang menyisakan asap sehingga pemadaman dilanjutkan,” katanya, Senin (1/6/2026).
Wilayah PALI menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus. Di kawasan Pengabuan, helikopter melakukan 46 kali water bombing untuk menekan penyebaran api. Meski demikian, kondisi di lapangan masih ditemukan kepulan asap yang menandakan bara api belum sepenuhnya padam.
Sementara itu, di Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas, operasi udara dilakukan sebanyak 14 kali penyiraman. Sedangkan di Desa Sido Mukti, Kabupaten Musi Banyuasin, sebanyak 11 kali water bombing berhasil membantu memadamkan kebakaran.
“Untuk penanganan darat, petugas berjibaku memadamkan api di dua lokasi di Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, yakni Desa Pedataran dan Tambangan. Luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut diperkirakan mencapai dua hektare, ” kata dia.
Karhutla juga terdeteksi di Desa Talang Seleman, Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir. Berkat respons cepat petugas di lapangan, kebakaran seluas sekitar 0,25 hektare itu berhasil dikendalikan sebelum meluas ke area sekitar.
Menurut Sudirman, kemunculan sejumlah titik api dalam waktu bersamaan menjadi peringatan dini bagi seluruh pihak agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi karhutla yang lebih besar pada puncak musim kemarau mendatang.
“BPBD Sumsel mengingatkan masyarakat maupun perusahaan perkebunan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Praktik tersebut masih menjadi salah satu penyebab utama munculnya kebakaran yang berpotensi berkembang menjadi bencana asap berskala luas, “kata dia.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan, perkebunan, dan lahan gambut diminta aktif melaporkan jika menemukan asap maupun titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Deteksi dini dan pelaporan cepat sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas. Semakin cepat ditangani, semakin kecil risiko terjadinya bencana asap,” tegasnya.[THQ]

