RELUNG.ID – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kini mulai terjadi di wilayah Sumsel. Salah satunya di semak belukar di pinggir jalan poros dekat SMAN 9 Lubuklinggau pada Minggu kemarin (31/5/2026).
Belum diketahui pasti penyebab terbakarnya semak belukar di pinggir jalan tersebut, namun diduga kebakaran ini akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan.
“Itu terbakar sekitar 0,1 hektar atau sekitar lima kapling, yang terbakar semak belukar di pinggir jalan,” kata Kabid Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana Dinas Damkar Lubuklinggau, Suryo pada Senin, (1/6/2026).
Menurutnya, di musim kemarau saat ini memang ilalang dan semak belukar memang rawan terbakar. Karena itu, dia mengimbau agar masyarakat tidak melempar puntung rokok sembarangan terutama di pinggir jalan.
Selain itu meminta masyarakat tidak membakar sampah didekat semak belukar atau ilalang kering. Ditambah lagi, kata Suryo, tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
“Kami dari Dinas Damkar selaku standby 24 jam untuk mengatasi karhutla akibat kemarau panjang ini,” jelasnya.
Kemudian ia mengimbau kepada masyarakat untuk memitigasi atau meminimalisir dampak dari kemarau panjang. Sebab menurut Suryo, perkiraan BMKG dinamakan fenomena Elnino Godzila.
Dimana diperkirakan terjadi kemarau panjang cuaca ekstrim yang lebih dari biasanya di mulai dari bulan April sampai dengan Oktober.
“Tetapi puncaknya itu akan terjadi di Juli, Agustus dan September puncak kemarau,” ungkapnya.
“Kita harapkan masyarakat yang penting mempersiapkan di rumah penampung air mengantisipasi kebutuhan air rumah tangga pada kemarau. Kemudian kita harapkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan membakar atau tidak melempar puntung rokok sembarangan dan tidak membakar sampah sembarangan yang dapat menciptakan asap yang dapat mengganggu kesehatan dan merusak lingkungan,” jelasnya.
Lenih lanjut, kota Lubuklinggau tidak termasuk dalam daerah gambut yang rawan karhutla di Sumatera Selatan (Sumsel).
Namun sambungnya, kota Lubuklinggau ini banyak semak belukar yang dekat dengan jalan raya. Sehingga kondisi tersebut berpotensi terbakar baik itu tidak sengaja atau sengaja akibat melempar puntung rokok.
Namun begitu, berdasarkan pemetaan pihaknya ada beberapa titik daerah yang rawan terjadi kebakaran lahan dan mayoritas berada di pinggir jalan.
“Sepanjang jalan poros dari lingkar barat dari kios SPBU Taba Lestari ke Terminal Watas, kemudian untuk wilayah Utara banyak semak belukar dari GOR sampai ke Siring Agung, kemudian wilayah Belalau, Petanang Ulu dan Petanang Ilir, Taba baru karena masih banyak semak belukar, Sukajadi wilayah RT 8 yang berdasarkan pengalaman sebelumnya yang sering terjadi. Sebagian besar lokasi di pinggir jalan,” pungkasnya. (NSR)

