RELUNG.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan dan menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Pada perdagangan Jumat (5/6/2026), rupiah tercatat berada di posisi Rp18.020 per dolar AS, level yang pernah diprediksi oleh ekonom senior almarhum Faisal Basri sekitar dua tahun lalu.
Prediksi mengenai pelemahan rupiah hingga kisaran Rp18 ribu per dolar AS pernah disampaikan Faisal Basri dalam program Beranda Politik – Alarm Krisis: Ekonomi Kita Rentan yang ditayangkan di kanal YouTube Teater Utan Kayu pada 2024.
Dalam kesempatan tersebut, Faisal mengingatkan bahwa pelemahan rupiah yang berlanjut hingga menyentuh level Rp18 ribu sampai Rp19 ribu per dolar AS berpotensi menimbulkan tekanan besar terhadap perekonomian nasional, termasuk membatasi ruang fiskal pemerintah untuk mempertahankan berbagai program subsidi.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat semakin berat apabila terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketegangan politik di dalam negeri.
Saat itu, Faisal juga memperkirakan akan muncul dinamika dalam hubungan politik antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo yang berpotensi memengaruhi stabilitas politik nasional.
Faisal menilai kombinasi antara tekanan ekonomi dan ketidakpastian politik dapat meningkatkan risiko krisis apabila tidak diantisipasi dengan baik. Ia bahkan memperkirakan situasi tersebut dapat terjadi paling lambat pada 2026.
Kini, dengan rupiah yang telah menembus level Rp18 ribu per dolar AS, sejumlah pengamat menilai peringatan yang pernah disampaikan mendiang Faisal Basri kembali menjadi perhatian publik.
Meski demikian, berbagai faktor global dan domestik tetap perlu dianalisis secara menyeluruh untuk memahami penyebab pelemahan nilai tukar rupiah saat ini. (vid)

