Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Masih dalam Kendali
Politik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Masih dalam Kendali

RiyadiBy Riyadi05/06/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan pemerintah tidak panik meski nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS pada Kamis (4/6/2026).

Menurut Purbaya, stabilitas nilai tukar rupiah saat ini masih berada dalam kendali otoritas moneter, yakni Bank Indonesia (BI), yang terus menjalankan kebijakan sesuai kewenangannya.

“Anda melihat saya panik? Nggak. Pada dasarnya, BI masih menjalankan kebijakan dengan baik dan semuanya masih di bawah kendali mereka,” kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Senayan, Jakarta.

Baca juga :   Menkeu Siapkan RUU Redenominasi, Ubah Nilai Rp1.000 Jadi Rp1

Ia menegaskan persoalan pengelolaan nilai tukar sepenuhnya berada dalam ranah Bank Indonesia.

“Saya serahkan rupiah ke mereka (BI),” ujarnya.

Selain membahas pelemahan rupiah, Purbaya juga menanggapi kekhawatiran mengenai beban pembayaran utang pemerintah yang berpotensi meningkat akibat melemahnya mata uang domestik.

Baca juga :   Senin Depan, Pemerintah Bakal Umumkan Kebijakan PPN 12 Persen

Menurut dia, sebagian besar surat utang negara menggunakan sistem kupon atau bunga tetap sehingga dampak gejolak nilai tukar terhadap pembayaran utang masih berada dalam batas yang telah diperhitungkan pemerintah.

“Pembayaran utang kan lewat kupon ya. Kuponnya sih konstan, cuma pada waktu rupiah melemah ya meningkat kan dalam rupiah pembayarannya,” jelasnya.

Meski demikian, ia memastikan kondisi tersebut masih sesuai dengan skenario yang telah disusun Kementerian Keuangan.

Baca juga :   Menkeu Purbaya Sebut Laporan Dugaan Korupsi BGN Bisa Berasal dari Data Kemenkeu

“Cuma kan ini masih dalam range perhitungan kita yang sebelumnya saya sebutkan itu,” tambahnya.

Purbaya mengungkapkan saat penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah menggunakan asumsi nilai tukar sekitar Rp16.500 per dolar AS. Namun, berbagai simulasi telah dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gejolak ekonomi global maupun tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Ia tidak merinci batas maksimum nilai tukar yang digunakan dalam simulasi tersebut, tetapi memastikan posisi rupiah saat ini masih berada dalam rentang perhitungan pemerintah.

Baca juga :   Sultan Brunei Cabut Gelar Menantu Kerajaan, Dinilai Berperilaku Tak Pantas

“Begini, pada waktu APBN pertama kan ada asumsi berapa, Rp16.500 ya? Tapi kan terus ada simulasi pada waktu harga BBM naik tinggi kan, ya kita hitung di situ,” ujarnya.

Purbaya juga meyakini fundamental ekonomi Indonesia sebenarnya masih mendukung nilai tukar rupiah yang lebih kuat dibandingkan posisi saat ini.

“Tapi basically, fundamental rupiah berada di bawah level yang sekarang, lebih kuat dari yang sekarang,” katanya.

Baca juga :   Purbaya: Presiden Prabowo Perbaiki Manajemen MBG, Publik Diminta Tak Menyalahkan Program

Sementara itu, mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk mengembalikan kepercayaan publik di tengah tekanan terhadap rupiah.

Melalui akun Instagram pribadinya, Ganjar menyoroti pelemahan rupiah yang kembali menyentuh level terendah sepanjang sejarah dan menawarkan sejumlah langkah yang dinilai dapat memperkuat kepercayaan masyarakat.

Menurut Ganjar, pemerintah perlu mengembalikan lembaga negara pada fungsi utamanya serta menerapkan sistem meritokrasi yang berbasis kompetensi dalam birokrasi.

Baca juga :   Purbaya Bidik Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 6 Persen di 2026

Ia juga mendorong pemerintah melakukan penghematan secara menyeluruh dari tingkat pusat hingga daerah.

“Hemat sebenar-benarnya hemat dari pusat sampai daerah tanpa kecuali,” tulis Ganjar.

Selain itu, ia menilai peningkatan ekspor melalui pemberian insentif dan regulasi yang adil perlu dilakukan untuk memperkuat perekonomian nasional.

Baca juga :   Mahfud MD Kritik Nadiem: Jarang Ngantor, Kebijakan Pendidikan Minim Arahan

Ganjar juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu, dukungan terhadap kebebasan pers, serta jaminan rasa aman bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya memulihkan kepercayaan publik.

Pelemahan rupiah dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian pelaku pasar dan masyarakat. Namun pemerintah dan otoritas moneter memastikan berbagai langkah stabilisasi terus dilakukan guna menjaga fundamental ekonomi nasional tetap kuat di tengah ketidakpastian global.[YKP]

Menkeu Purbaya Rupiah Melemah Sebut Stabil
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIstana Bantah Isu Purbaya Diganti, Said Iqbal Berpeluang Masuk Kabinet Prabowo
Next Article Gagal Beraksi di Masjid, Pelaku Curanmor Ditangkap Warga Usai Terjatuh
Riyadi

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,855 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,729 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,702 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?