RELUNG.ID — Masyarakat, terutama generasi Z dan milenial, diingatkan untuk tidak mencoba melakukan pinjaman online (PINJOL) karena dapat membawa dampak buruk dan menjerat dalam kemiskinan akibat utang yang sulit terbayarkan.
Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD, memberikan solusi dengan mengajak masyarakat untuk datang ke bank.
“Datang ke bank saja, pemerintah menyediakan pinjaman-pinjaman lunak, dan macam-macam,” kata Mahfud MD dalam acara “Tabrak Prof!” di Seulawah Kupi, Medan.
Ia menyarankan agar masyarakat memanfaatkan fasilitas pinjaman yang disediakan oleh bank yang lebih terjamin dan memiliki aturan yang jelas.
Mahfud MD juga menjelaskan perbedaan antara hukum pidana dan hukum perdata dalam konteks pinjaman online. Ia mengilustrasikan bahwa pinjol berada di perbatasan antara pidana dan perdata.
Namun, ia menekankan bahwa kesepakatan dalam hukum perdata, seperti pinjaman online, juga dapat menjadi beban finansial yang sulit diatasi.
Lebih lanjut, Mahfud MD mengingatkan tentang risiko pinjaman online dengan bunga yang tinggi dan membeberkan upaya penindakan yang telah dilakukan pemerintah untuk menangani kasus-kasus tersebut.
Ia menyoroti pentingnya edukasi dan pemahaman hukum dalam menghindari permasalahan terkait pinjaman online.
Pesan terakhir Mahfud MD kepada generasi Z dan milenial adalah untuk menggunakan hak pilih mereka pada pemilihan umum, guna memilih pemimpin yang layak.
Ia mendorong mereka untuk berani menyatakan sikap, tidak mudah terprovokasi, dan menggunakan hak pilih dengan hati nurani demi kebaikan Indonesia.

