RELUNG.ID – Tujuh finalis Putera Puteri Pendidikan Indonesia asal Sumatera Selatan siap mengharumkan nama daerah pada ajang Grand Final Putera Puteri Pendidikan Indonesia 2026 tingkat nasional yang akan berlangsung pada 25–27 Juni 2026.
Ajang Putera Puteri Pendidikan Indonesia menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga nonakademik.
Melalui kegiatan ini, para pelajar didorong menjadi pribadi yang berprestasi, berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, kemampuan komunikasi yang baik, serta kepedulian sosial.
Tahun ini, Putera Puteri Pendidikan Indonesia Sumatera Selatan kembali dipercaya mengirimkan tujuh perwakilan terbaik.
Mereka terdiri dari empat finalis kategori Sekolah Menengah Pertama (SMP), yakni Aqila, Afifah, Zahra, dan Raziq, serta tiga finalis kategori Sekolah Menengah Atas (SMA), yaitu Akhdan, Mutia, dan Yemima.
Perwakilan penyelenggara dari B Management, M. Zahizan, mengatakan bahwa ajang tersebut bertujuan membentuk pelajar yang memiliki wawasan luas, karakter kuat, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Putera Puteri Pendidikan Indonesia bukan hanya mencari pelajar yang berprestasi secara akademik, tetapi juga mereka yang memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kepedulian sosial. Kami ingin melahirkan generasi muda yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya dalam kegiatan Road to Nasional Putera Puteri Pendidikan Indonesia Sumatera Selatan 2025, Senin (22/6/2026).
Menurut Zahizan, B Management yang memegang lisensi penyelenggaraan Putera Puteri Pendidikan Indonesia Sumatera Selatan sejak 2025 terus berkomitmen menyediakan ruang pengembangan diri bagi pelajar di Sumatera Selatan.
Ia menjelaskan, para finalis tidak hanya dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi nasional, tetapi juga mendapatkan berbagai pembekalan, mulai dari pengembangan diri, wawasan kebangsaan, keterampilan berbicara di depan umum (public speaking), personal branding, hingga penyusunan program advokasi sosial yang selaras dengan nilai-nilai pendidikan.
“Kami ingin memperkenalkan program ini kepada sekolah dan masyarakat agar pelajar memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang. Perwakilan Sumatera Selatan nantinya tidak hanya membawa prestasi, tetapi juga membawa program advokasi yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” katanya.
Pada Grand Final Nasional Putera Puteri Pendidikan Indonesia 2026 mendatang, ketujuh finalis Sumatera Selatan akan bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.
Selain mengikuti kompetisi, mereka juga akan memperoleh pengalaman, pembinaan, serta berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas diri, kepemimpinan, dan keterampilan sebagai generasi muda.
“Kami berharap ajang ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk sekolah, komunitas pageant, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, kita dapat mencetak generasi pelajar yang unggul, berkarakter, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Zahizan.
Salah satu finalis kategori SMP, Raziq, mengaku terus mematangkan persiapan menjelang kompetisi tingkat nasional. Ia fokus meningkatkan kemampuan public speaking, memperluas wawasan umum, serta membangun kepercayaan diri.
“Persiapan yang saya lakukan fokus pada public speaking, menambah wawasan, serta melatih kepercayaan diri agar lebih siap membawa nama Sumatera Selatan di tingkat nasional,” kata Raziq.
Sementara itu, finalis kategori SMA, Yemima, tengah mempersiapkan program advokasi bertajuk “Berani Beraksi” yang akan dibawanya dalam kompetisi nasional. Melalui program tersebut, ia ingin mengajak generasi muda untuk lebih peduli dan aktif menciptakan perubahan positif di lingkungan sekitar.
“Advokasi yang saya siapkan mengajak pelajar untuk berani melakukan aksi positif dan memberikan dampak bagi lingkungan sekitar. Kegiatan sosial tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga dapat diterapkan di masyarakat sehingga manfaatnya lebih luas,” tutupnya. (CKM)

