Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/2026

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Musim Kemarau Picu Lonjakan Karhutla di Sumsel, Kasus Melonjak dari 11 Menjadi 191 Kejadian
Regional

Musim Kemarau Picu Lonjakan Karhutla di Sumsel, Kasus Melonjak dari 11 Menjadi 191 Kejadian

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda27/06/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Karhutla di OKI. Foto : Manggala Agni
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Memasuki musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan meningkat tajam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat hingga 25 Juni 2026 telah terjadi 191 kejadian karhutla di berbagai wilayah, meningkat drastis dibandingkan awal tahun.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan selama empat bulan pertama tahun ini situasi karhutla masih relatif terkendali. Namun, kondisi berubah signifikan sejak Mei ketika intensitas hujan mulai berkurang.

“Pada Januari hingga April hanya tercatat 11 kejadian. Memasuki Mei jumlahnya melonjak menjadi 91 kejadian, sedangkan hingga 25 Juni sudah ada 89 kejadian lagi, sehingga total mencapai 191 kejadian,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).

Menurut Sudirman, lonjakan tersebut menjadi indikator bahwa ancaman karhutla mulai memasuki fase yang perlu diwaspadai. Apalagi, puncak musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

Berdasarkan pemetaan BPBD Sumsel, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 44 kasus. Angka tersebut menjadikan PALI sebagai satu-satunya daerah yang masuk kategori zona merah.

Sementara itu, Kabupaten Musi Banyuasin mencatat 34 kejadian dan masuk kategori zona oranye bersama Muara Enim serta Ogan Ilir yang masing-masing mencatat 23 kejadian, disusul Musi Rawas Utara dengan 16 kejadian.

“Wilayah-wilayah ini menjadi perhatian utama karena frekuensi kebakarannya cukup tinggi dan membutuhkan pengawasan yang lebih intensif,” kata Sudirman.

Di sisi lain, BPBD mencatat masih ada tiga daerah yang belum mengalami karhutla sepanjang tahun ini, yakni Kabupaten Empat Lawang, Kota Pagar Alam, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan.

Meski demikian, pemerintah daerah di wilayah tersebut tetap diminta meningkatkan kewaspadaan. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan kebakaran dapat terjadi dengan cepat ketika cuaca semakin kering dan aktivitas pembukaan lahan tidak terkendali.

BPBD Sumsel juga mengimbau perusahaan perkebunan, pemilik lahan, dan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah pencegahan dinilai menjadi kunci untuk menekan bertambahnya jumlah kebakaran selama musim kemarau.

“Kami mengajak seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan harus menjadi prioritas agar karhutla tidak meluas dan menimbulkan dampak kabut asap maupun kerugian lingkungan,” tegas Sudirman.

Selain memperkuat patroli dan pemantauan titik panas, BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, serta instansi terkait guna memastikan respons cepat apabila terjadi kebakaran di lapangan.[THQ]

BPBD Karhutla Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDiduga Gunakan Dana Desa Rp646 Juta untuk Kepentingan Pribadi, Kaur Keuangan Desa Lok Bangkai Jadi Tersangka
Next Article Peserta SPPI Meninggal Saat Latihan Dasar Militer Bertambah Jadi Empat Orang, Kemhan Lakukan Evaluasi
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/20265 Views
Regional

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/20268 Views
Regional

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,949 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,819 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,791 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?