Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»BMKG Ungkap Penyebab Palembang Terasa Lebih Panas, Meski Suhu Masih Normal
Regional

BMKG Ungkap Penyebab Palembang Terasa Lebih Panas, Meski Suhu Masih Normal

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda30/06/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID ‐ Warga Kota Palembang belakangan ini merasakan suhu udara yang lebih menyengat dibanding biasanya. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan kondisi tersebut bukan disebabkan lonjakan suhu ekstrem, melainkan dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer yang membuat cuaca terasa lebih panas.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan, Nandang Pangaribowo, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan suhu maksimum di Sumatera Selatan masih berada dalam kisaran normal, yakni antara 32 hingga 34 derajat Celsius.

“Untuk Kota Palembang, suhu maksimum yang tercatat pada 28 Juni 2026 mencapai 33,8 derajat Celsius. Jadi secara meteorologis masih berada pada kategori normal,” ujarnya, Senin (29/6/2026).

Menurut Nandang, sensasi panas yang dirasakan masyarakat dipicu oleh dominasi angin Monsun Australia yang membawa massa udara kering ke wilayah Sumatera Selatan. Kondisi tersebut menghambat pembentukan awan sehingga sinar matahari dapat langsung mencapai permukaan bumi dengan intensitas yang lebih tinggi.

Selain itu, minimnya tutupan awan membuat radiasi matahari terserap lebih maksimal. Bersamaan dengan itu, Sumatera Selatan juga telah memasuki fase awal musim kemarau yang ditandai dengan penurunan curah hujan.

BMKG bahkan memprediksi musim kemarau tahun ini berpotensi lebih kering dibandingkan saat fenomena El Nino pada 2023. Kondisi tersebut diperkuat dengan adanya indikasi pergeseran iklim global dari fase netral menuju El Nino berkekuatan sedang hingga kuat.

“Perubahan iklim global dan meningkatnya suhu muka laut di sebagian besar perairan Indonesia juga ikut memengaruhi kondisi cuaca sehingga udara terasa lebih panas dan kering,” jelasnya.

BMKG mengingatkan masyarakat agar mulai menyesuaikan aktivitas selama musim kemarau. Warga diimbau membatasi aktivitas luar ruangan pada siang hari, memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi, serta menggunakan pelindung diri seperti topi, masker, dan tabir surya ketika beraktivitas di bawah terik matahari.

“Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi cuaca yang kering diperkirakan masih akan berlangsung hingga Oktober 2026 sehingga risiko munculnya titik api semakin tinggi,”kata dia.[THQ]

BMKG Palembang Panas Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBerawal dari Lakalantas, WNA Inggris Dianiaya Pria Tak Dikenal di Palembang
Next Article Karhutla Mulai Mengganas, BPBD Sumsel Lakukan 135 Kali Water Bombing dalam Sehari
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/20267 Views
Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202616 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,011 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,881 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,853 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?