RELUNG.ID– Pemerintah memastikan kondisi perekonomian Indonesia tetap berada di jalur yang stabil meski sejumlah program prioritas nasional masih terus dievaluasi. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penyempurnaan program dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara, bukan karena kondisi ekonomi sedang mengalami krisis.
Menurut Purbaya, evaluasi saat ini menyasar berbagai program strategis, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Ia menilai setiap program baru pasti menghadapi tantangan pada tahap awal sehingga diperlukan perbaikan secara berkelanjutan.
“Pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang ada. Yang terpenting adalah setiap kelemahan segera diperbaiki dan pengawasannya diperkuat,” ujar Purbaya dalam keterangan resminya, Jumat (3/7/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, mulai dari efisiensi anggaran, penguatan sistem pengawasan, hingga mempererat koordinasi antarinstansi agar penggunaan APBN semakin akuntabel.
Purbaya menegaskan setiap kebijakan strategis yang diputuskan pemerintah selalu melalui pembahasan lintas kementerian. Dalam proses tersebut, Kementerian Keuangan berperan memberikan analisis mengenai risiko fiskal dan dampak anggaran sebagai bahan pertimbangan Presiden sebelum keputusan diambil.
Di tengah berbagai evaluasi tersebut, Menkeu memastikan kondisi ekonomi nasional tetap kuat. Pemerintah, kata dia, terus menjaga stabilitas melalui pengelolaan fiskal yang hati-hati, penguatan sektor riil, serta optimalisasi berbagai program yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Indonesia tidak sedang menuju krisis. Fundamental ekonomi kita tetap kuat dan akan terus diperbaiki,” tegasnya.
Ia juga menilai pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada belanja pemerintah, tetapi merupakan akumulasi aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, berbagai kebijakan terus diarahkan untuk memperkuat sektor produktif agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan lebih luas.
Selain itu, pemerintah memastikan inflasi masih berada dalam rentang yang terkendali. Sementara pergerakan nilai tukar rupiah lebih banyak dipengaruhi dinamika pasar global dibandingkan perubahan fundamental ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan juga terus dijaga melalui koordinasi bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Dari sisi fiskal, Purbaya memastikan kondisi APBN tetap sehat. Defisit anggaran diproyeksikan tetap berada di bawah batas maksimal tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sedangkan rasio utang pemerintah sekitar 40 persen terhadap PDB, yang dinilai masih berada pada level aman.
Di saat bersamaan, reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Keuangan juga terus diperkuat melalui peningkatan pengawasan, rotasi pegawai, hingga penindakan terhadap aparatur yang terbukti menyalahgunakan kewenangan.
“Penyelewengan pasti ada risikonya di setiap organisasi. Yang terpenting adalah mengendalikannya, menindak pelakunya, dan terus memperbaiki sistem agar semakin bersih,” pungkasnya.[THQ]

