RELUNG.ID – Penyebaran Flu Singapura atau *Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) di Sumatera Selatan (Sumsel) terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga pekan ke-23 tahun 2026, Dinas Kesehatan Sumsel mencatat sebanyak 628 kasus telah ditemukan, dengan lonjakan yang terjadi secara konsisten dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, mengatakan peningkatan kasus mulai terlihat signifikan sejak pekan ke-16. Jika sebelumnya penambahan kasus masih di kisaran satu hingga belasan orang per pekan, kini jumlah penderita bertambah puluhan orang setiap minggunya.
“HFMD masih menunjukkan tren meningkat. Hingga pekan ke-23 sudah tercatat 628 kasus di Sumatera Selatan,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Palembang menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 118 penderita, disusul Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sebanyak 82 kasus. Musi Banyuasin dan Prabumulih masing-masing mencatat 78 kasus, kemudian Muara Enim 65 kasus, Lahat 62 kasus, serta Lubuklinggau 54 kasus.
“Sementara itu, Empat Lawang, OKU Timur, dan Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi wilayah dengan laporan kasus terendah, masing-masing hanya tiga penderita,”kata dia.
Menurut Ira, peningkatan kasus HFMD erat kaitannya dengan perubahan musim. Penyakit yang disebabkan infeksi virus ini memang cenderung meningkat saat masa pancaroba, baik ketika memasuki musim kemarau maupun musim hujan.
“Selain faktor cuaca, tingginya aktivitas anak-anak di ruang tertutup seperti ruang berpendingin udara dan arena bermain dalam ruangan juga meningkatkan risiko penularan,”kata dia.
HFMD umumnya menyerang bayi dan anak-anak berusia di bawah tujuh tahun, meski orang dewasa tetap berisiko terinfeksi apabila tidak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Gejala awal penyakit ini meliputi demam, sariawan di mulut, ruam atau bintil pada telapak tangan, kaki, hingga bokong, disertai nyeri tenggorokan. Masa inkubasi virus berlangsung sekitar tiga hingga enam hari setelah paparan,”kata dia.
Dinkes Sumsel mengingatkan masyarakat untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala tersebut. Orang tua juga diminta mewaspadai tanda bahaya seperti anak tampak lemas, mengalami kejang, sesak napas, atau tangan dan kaki terasa dingin karena dapat mengarah pada komplikasi serius seperti ensefalitis.
“Penularan HFMD terjadi melalui kontak langsung dengan air liur, cairan hidung, cairan lepuhan kulit, maupun feses penderita. Karena itu, penerapan kebersihan diri, mencuci tangan secara rutin, serta membatasi kontak dengan penderita menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit, terutama di lingkungan sekolah dan tempat bermain anak,”kata dia.[THQ]

