RELUNG.ID — Sempat dijeda pada awal Ramadan, Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memulai kembali pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara serempak di seluruh Indonesia mulai hari ini, Senin (23/2/2026).
Berbeda dengan hari biasa, skema distribusi dan pilihan menu mengalami transformasi total demi menyesuaikan diri dengan kekhusyukan ibadah puasa serta masa libur sekolah.
Menu “Tahan Banting” untuk Sahur dan Buka Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam Surat Edaran terbarunya menekankan bahwa kualitas gizi tetap menjadi harga mati, meski bentuk makanannya berubah menjadi Paket Makanan Kemasan Sehat.
BGN melarang keras penggunaan produk pabrikan (ultra-processed food) sebagai menu utama. Sebaliknya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan mengolah bahan pangan lokal yang memiliki daya simpan lebih lama namun tetap bergizi tinggi.
Rekomendasi Menu MBG Ramadan:
- Lauk Tahan Lama: Telur asin, abon, dan dendeng kering.
- Pelengkap: Buah-buahan segar dan kurma (opsional).
- Pantangan: Makanan pedas, menu cepat basi, dan makanan yang berpotensi memicu keracunan pangan.
“Paket ini wajib dikemas menggunakan tote bag khusus dan diolah langsung oleh SPPG dengan pengecekan masa kedaluwarsa serta izin PIRT yang ketat,” tegas Dadan dalam aturan tersebut.
Bagi para siswa yang sekolahnya mulai memasuki masa libur, BGN menyiapkan sistem “Take-Away Terjadwal” dan Delivery ke titik kumpul. Menariknya, menjelang cuti bersama Idulfitri pada pertengahan Maret mendatang, BGN akan menerapkan Sistem Bundling.
Pada tanggal 17 Maret 2026, penerima manfaat tidak hanya menerima satu porsi, melainkan langsung mendapat tiga paket sekaligus untuk memenuhi kebutuhan gizi selama tiga hari pertama libur Lebaran.
Berbeda dengan kategori peserta didik yang jadwalnya menyesuaikan kalender sekolah, kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap mendapatkan pelayanan penuh tanpa jeda.
Menu siap santap bagi kelompok ini akan terus didistribusikan setiap hari Senin dan Kamis melalui jaringan Posyandu atau titik serah terima yang telah disepakati di tiap wilayah.
BGN juga menunjukkan sikap toleransi yang tinggi. Bagi wilayah dengan mayoritas penduduk yang tidak menjalankan ibadah puasa, distribusi akan tetap berjalan normal dengan menu siap santap harian. Namun, bagi warga di wilayah tersebut yang tetap berpuasa, mereka akan dialihkan untuk menerima paket kemasan sehat agar makanan tetap layak dikonsumsi saat waktu berbuka tiba.[THQ]

