Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Air Mata di Sidoarjo: Golden Time Berakhir, Santri Selamat Terakhir Ponpes Al Khoziny Kehilangan Anggota Tubuh
Regional

Air Mata di Sidoarjo: Golden Time Berakhir, Santri Selamat Terakhir Ponpes Al Khoziny Kehilangan Anggota Tubuh

RiyadiBy Riyadi03/10/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Bangunan mushala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Desa Buduran, Sidoarjo,ambruk pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Seiring kumandang azan Ashar pada Kamis (2/10/2025) sore, waktu emas atau golden time penyelamatan korban reruntuhan Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, resmi berakhir.

Tak ada lagi korban yang ditemukan hidup setelah 72 jam pasca-musala ponpes itu ambruk.

Santri bernama Syaiful Rosi Abdillah (13) menjadi korban terakhir yang berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup.

Baca juga :   Balita 2 Tahun Tewas Tertabrak Mobil di Sidoarjo, Pengemudi Sering Diperingatkan Warga

Remaja asal Bangkalan yang baru empat bulan mondok itu dievakuasi dari balik reruntuhan pada Rabu (1/10), sehari setelah rekannya, Taufan Saputra Dewa (17), diselamatkan.

Namun kondisi Rosi sangat memprihatinkan. Selama dua malam ia terjebak tanpa makan, minum, maupun tidur.

Tubuhnya penuh luka parah hingga dokter terpaksa mengambil keputusan berat: mengamputasi lengan kirinya dan telapak kaki kanannya yang sudah membusuk (nekrosis).

Baca juga :   Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Pemkot Tunggu Hasil Pemeriksaan Dokter

“Pembuluh darah terjepit, aliran nutrisi tidak bagus, jaringan sudah mengalami nekrosis. Jadi amputasi memang harus dilakukan,” ujar Direktur RSUD Sidoarjo, dr Antok Irawan, menahan haru.

Dalam kondisi lemah pascaoperasi, Rosi sempat melontarkan pertanyaan polos kepada orang tuanya,

“Kapan saya punya kaki baru?” Pertanyaan itu membuat keluarga dan tenaga medis yang menemaninya menitikkan air mata.

Baca juga :   Haikal, Santri 13 Tahun yang Tetap Salat di Bawah Reruntuhan Meski Sahabatnya Telah Pergi

Orang tua Rosi menyebut putranya tetap menunjukkan semangat luar biasa.

“Alhamdulillah, dia sudah makan. Masih lemas, tapi semangatnya luar biasa. Anak ini kuat, tiga hari nggak makan, nggak minum, nggak tidur sama sekali,” ucapnya lirih.

Hingga Kamis sore, sebanyak 108 orang berhasil diselamatkan dalam tragedi ambruknya musala ponpes yang terjadi saat Salat Ashar, Senin (29/9) lalu. Namun, 59 orang masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun reruntuhan.

Baca juga :   Komisi VIII DPR Minta Kemenag Evaluasi Izin Ponpes Usai Insiden Maut di Sidoarjo


Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan peluang korban hilang ditemukan hidup sudah tidak ada.

“Secara ilmu pengetahuan, tidak lagi ditemukan tanda-tanda kehidupan,” ujarnya.

Tim SAR gabungan sebelumnya sudah menggunakan berbagai metode pencarian mulai dari pemanggilan manual, search camera, wall scan suffer 400 hingga multi search seismic scanner dan drone thermal. Namun, semua upaya itu nihil.

Baca juga :   Musala Tiga Lantai Ambruk di Sidoarjo, 3 Santri Meninggal Dunia

Akhirnya, Kamis siang, lima unit crane diturunkan untuk mulai mengangkat puing-puing berat. Proses evakuasi kini beralih dari misi pencarian korban hidup ke pemindahan material dan pencarian jenazah.

Tragedi ini meninggalkan luka mendalam. Di tengah isak keluarga korban, kisah perjuangan Rosi menjadi secercah harapan bahwa di balik reruntuhan, masih ada nyawa yang sempat diselamatkan meski dengan pengorbanan besar. [YKP]

Ponpes Al Khonziny Sidoarjo
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleCegah Narkoba dan Balap Liar di Lubuklinggau, Pengawasan Orang Tua dan Lingkungan Pergaulan Disorot
Next Article Tak Kuat Menanjak, Truk Muatan 10 Ton Kulit Kemiri di Empat Lawang Terbalik
Riyadi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,879 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,751 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,725 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?