RELUNG.ID – Warga Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, mengeluhkan kualitas air PDAM Lematang Enim yang keruh kecoklatan sejak Kamis (4/9/2025). Kondisi ini membuat air tidak bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Biasa airnya jernih, tapi sekarang keruh kecoklatan. Kami tidak bisa mandi dan mencuci pakaian. Dua hari ini agak bening, tapi belum normal,” kata Kastirin, warga setempat, Minggu (7/9/2025).
Hal senada disampaikan Makmur (56). Menurutnya, PDAM harus menjaga kualitas air baku dan segera melapor ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) jika tercemar limbah tambang.
“Syarat air bersih itu tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna. Kalau air keruh seperti ini jelas merugikan masyarakat. DLH harus turun ke lapangan saat air keruh, bukan saat sudah jernih. Kalau terbukti ada andil tambang, beri sanksi tegas,” tegasnya.
Warga juga mendesak Bupati Muara Enim menindak pihak yang menyebabkan air Sungai Lengi berlumpur sehingga mengganggu produksi air bersih PDAM.
Kepala Unit PDAM Gunung Megang, Nasril, membenarkan pihaknya terpaksa menghentikan operasional beberapa hari terakhir akibat kondisi Sungai Lengi yang tercemar lumpur.
“Air baku kondisinya parah sekali, bercampur lumpur sehingga tidak layak diolah. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan,” jelasnya.
Nasril berharap instansi terkait segera turun tangan agar pengolahan air bersih bisa kembali berjalan optimal dan kualitas air memenuhi standar. (NVS)

