RELUNG.ID — Pilkada Muba 2024 yang akan berlangsung pada 27 November mendatang menjadi fokus perhatian banyak pihak, terutama kalangan akademisi dan mahasiswa asal Bumi Serasan Sekate. Mereka berharap bahwa untuk lima tahun ke depan, Muba akan dipimpin oleh pemimpin yang bersih, tidak terlibat dalam korupsi, dan penuh inovasi.
Kabupaten Muba telah terkena dampak kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) korupsi oleh KPK, dengan Bupati Muba Pahri Azhari dan istri serta Bupati Muba Dodi Reza beserta beberapa pejabat terjerat dalam kasus tersebut.
“Kepemimpinan Muba harus bebas dari korupsi sebagai hal utama yang harus dipertimbangkan,” ungkap Akademisi asal Muba, Dr (cand) Husyam Usman.
Husyam mengibaratkan pemilihan pemimpin dengan memilih sapu untuk membersihkan rumah, yang harus bersih. Pemimpin yang sudah terjerat dalam korupsi tidak akan mampu menciptakan pemerintahan yang bersih.
Menurut Husyam, pemimpin Muba harus memiliki konsep yang jelas untuk kemajuan daerah, dengan terobosan dan gagasan yang memadai.
Presiden Mahasiswa Institut Rahmaniyah Sekayu, Rahmat Rizki Yusmanizar, menegaskan bahwa Muba harus dipimpin oleh sosok yang bebas dari korupsi.
“Kami menolak Calon Bupati Muba yang terlibat korupsi, karena kami memiliki SDM yang berkualitas,” tegasnya.
Baginya, memilih pemimpin, khususnya Calon Bupati Muba, bukanlah hal yang main-main. Pemimpin yang dipilih akan menentukan arah kebijakan dan kemajuan Muba ke depan.
“Kualitas pemimpin Muba akan menjadi penentu kebijakan dan kemajuan daerah. Kami berharap pemimpin yang bersih dari korupsi dan memahami kebutuhan warganya akan memimpin Muba ke depan,” pungkasnya.[RG]

